Yuk, Ukur Berat Badan Agar Tidak Obesitas

08 Nov 2018

Obesitas atau kegemukan pada tubuh adalah penumpukkan lemak yang tidak normal atau berlebihan di dalam tubuh. Jika kondisi ini dibiarkan terus menerus dapat memengaruhi kesehatan.

Keadaan ini tidak hanya berdampak pada penampilan fisik penderita, tetapi juga meningkatkan risiko dalam kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes serta tekanan darah tinggi. Masalah psikologis, seperti stres dan depresi juga akan muncul.

Obesitas merupakan salah satu kondisi paling umum yang dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Seseorang berisiko tinggi mengalami kondisi ini jika tidak menjaga pola makan dan melakukan olahraga secara teratur.

Tanda-tanda dan gejala

Pada dasarnya tidak ada gejala pasti dari obesitas, kecuali badan yang terus bertambah gemuk dan lebar. Namun perlu dipahami juga bahwa orang yang memiliki tubuh gemuk belum tentu obesitas, tapi orang yang mengalami obesitas pasti tubuhnya terlihat gemuk.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menentukan apakah seseorang dalam kondisi obesitas atau tidak, yaitu dengan mengukur bagian tubuh:
- Body Mass Index (BMI)
- Lingkar pinggang
- Rasio lingkar pinggang dan panggul (RLPP)
- Tebal lipatan kulit menggunakan alat ukur yang bernama skinfold.
- Kadar lemak tubuh menggunakan sebuah alat bioelectrical impedance analysis (BIA)

Dari berbagai cara tersebut, mengukur BMI adalah cara yang paling sering digunakan karena dianggap mudah untuk dilakukan. Perhitungan BMI ini menggunakan berat badan dan tinggi badan.

Rumus dari perhitungan BMI adalah: BMI = berat badan (kg) / (tinggi (m) x tinggi (m). Orang-orang dengan BMI lebih besar dari 25 dapat dikategorikan sebagai overweight, pada 30 atau lebih termasuk ke dalam obesitas, dan pada 40 ke atas merupakan tingkat obesitas yang serius.

Penyebab obesitas

Obesitas bisa terjadi pada orang yang sering mengkonsumsi makanan berkalori tinggi. Sebenarnya hal ini tidak selalu menjadi masalah asalkan sesuai dengan aktivitas kesehariannya.

Namun jika seseorang lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk dan tidak diimbangi dengan olahraga,  maka sisa energi dari pembakaran kalori tersebut akan disimpan pada tubuh dalam bentuk lemak.

Selain akibat makanan berkalori tinggi,  kurangnya melakukan olahraga, obesitas juga bisa terjadi bebrapa faktor seperti faktor genetik, efek samping obat-obatan serta komplikasi dari penyakit lain.

Pengobatan obesitas

Sebenarnya obesitas dapat ditangani sendiri dengan menerapkan pola makan sehat, seperti mengkonsumsi. Makanan rendah lemah dan gula. Lalu berolahraga secara teratur, olahraga yang dimaksud sendiri tidak harus berat melainkan olahraga santai seperti bersepeda, berenang,  bermain bulu tangkis itu sudah cukup. Asalkan dilakukan teratur 2,5-5 jam tiap minggu.

Penanganan dari dokter dapat diberikan jika obesitas tidak berhasil diatasi sendiri. meskipun sudah disiplin dalam berolahraga dan menerapkan pola makan sehat. Contoh penanganan dari dokter adalah pemberian obat yang dapat menurunkan penyerapan lemak di dalam saluran pencernaan.

Beberapa kasus obesitas jika sudah parah akan ditangani dengana operasi. Operasi hanya dilakukan jika tingkatan obesitas dinilai sangat parah sehingga dikhawatirkan akan mengancam nyawa penderita. Tindakan operasi akan dipertimbngakan jika usaha menurunkan berat badan yang dilakukan beberapa waktu tidak mendapat hasil.
Perlu diketahui juga bahwa penurunan berat badan yang dilakukan dengan usaha sendiri membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Karena itu dibutuhkan usaha dan kesabaran demi mencapai hasil yang diinginkan. Serta komitmen untuk menjalankan usaha penurunana berat badan dalam jangka panjang. (pitasari)



Bagikan artikel ini