Bahaya Minum Teh Bagi Anak yang Harus Diketahui Orangtua

06 Dec 2018
Ilustrasi.

Para orangtua cenderung merasa aman mengetahui anak-anak mereka asyik menikmati secangkir teh. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Bahan utama yang terkandung dalam teh adalah kafein. 

Kandungan kafein dalam teh adalah sekitar 11 mg. Padahal, asupan kafein yang dianjurkan bagi anak usia 4-6 tahun adalah 5 mg, anak usia 7-9 tahun adalah 62,5 mg, serta 85 mg bagi anak yang sudah menginjak usia 10-12 tahun. Karena itu, jika batas kandungan kafein tidak sesuai, anak bisa mengalami masalah kesehatan.

Selain itu, menurut dokter spesialis anak dan konsultan gizi, dr Nur Aisyah Widjaja, SpA (K), teh tidak baik untuk anak karena menghambat proses penyerapan zat besi pada tubuh anak, karena kandungan katekin yang ada pada teh. 

"Kandungan katekin dalam teh dapat menghambat proses penyerapan zat besi dalam darah," tutur dokter yang berpraktek di RSUD Dr Soetomo ini. 

Dia juga menambahkan dampak dari katekin yang terlalu banya pada tubuh anak, juga bisa menyebabkan anemi defsiensi atau kondisi kekurangan zat besi dalam darah. 

"Padahal zat besi dalam darah itu berfungsi untuk memberi warna merah pada darah," ujarnya dokter yang akrab disapa Nuril ini.

Dia pun menyarankan untuk memberika teh pada anak usia 5 tahun ke atas. "Itu pun harus dibatasi. Idealnya 200 cc per hari, kalau mau lebih aman berikan di usia 12 tahun ke atas," tandasnya.

Orangtua mungkin sebaiknya mengganti teh dengan minuman lain yang lebih sehat kepada buah hati untuk mengurangi resiko kesehatan. Sehingga anak anda tetap aman di masa tumbuh kembangnya. (pts)



Bagikan artikel ini