Teknik Baru Operasi Saraf Kejepit dengan Sayatan Kecil

23 Dec 2018
Dr.Primadenny saat menerangkat teknik MI kepada media dan ilistrasi operasi saraf kejepit

Saraf kejepit merupakan kondisi saat bantalam atau cakram di antara vertebrata (tulang belakang) keluar dari posisi semula dan menjepit saraf yang berada di belakangnya. Saraf kejepit berupa benjolan di antara saraf dan tulang.

Benjolan ini yang menyebabkan rasa nyeri pada saraf kejepit, rasa nyeri terus-menerus dirasakan akan membuat aktivitas sehari-hari terngganggu bahkan berkurangnya kualitas hidup. Maka dari itu saraf kejepit harus segera mendapatkan tindakan medis. 

Operasi menjadi salah satu tindakan yang akan dilakukan untuk memulihkan kondisi saraf kejepit. Sayangnya banyak orang yang tidak mau melakukan tindakan operasi dengan alasan pembedahan yang terlalu lebar dan rasa sakit pasca operasi. 

Dokter Spesialis Orthopedic, Dr. Prima Denny A. A., M. Si. SpOT mengatakan, dulu memang tindakan operasi saraf kejepit dilakukan dengan pembedahan lebar. Tapi, karena perkembangan teknologi dan ilmu kedokteran sekarang operasi saraf kejepit dapat dilakukan dengan Minimal Invalasi (MI) atau bedah sayatan kecil dengan Endoscopy. 

"Ada dua alat yang bisa digunakan dalam teknik ini yaitu Micro Endoscopy Discectomy (MED) dan Percutaneous Endoscopic Transforaminal Lumbar Discectomy (PELD), dua alat ini sangat kecil jadi hanya membutuhkan sayatan 1,8cm sampai 2cm saja," terang Denny.

Selain hanya membutuhkan sayatan kecil,  banyak manfaat lain dalam metode operasi MI ini,  antara lain hanya memerlukan bius lokal, operasi berlangsung cepat sekitar 45 menit, pendarahan minimal,  masa recovery pasca operasi hanya membutuhkan waktu 1-2 hari, risiko kambuh kecil dan tidak memicu infeksi pada operasi. 

"Dalam MI pasien hanya dibius lokal, jadi kita juga melibatkan pasien dalam operasi, mereka tau apa yang kita lakukan sama mereka, proses penyembuhan juga cepat, beberapa kasus ada yang tidak memerlukan rawat inap langsung pulang," terang Alumnus UNAIR tahun 1996 ini.

Denny menambahkan, Hanya alat-alat canggih dan super kecil seperti kamera, selongsong, penjepit yang digunakan untuk operasi ini.

"Alat-alat kecil tersebut bisa dengan mudah menyasar foramen atau daerah yang kaya persarafan di tulang belakang, karena di tulang belakang inilah terjadi saraf yang terjepit dan menimbulkan rasa nyeri," ujarnya.

 

Penyebab Saraf Kejepit

Penyebab dari saraf kejepit biasanya terjadi karena faktor usia, aktivitas berat,  faktor degenaratif, gaya hidup dan kecelakaan. "Kalau usia biasanya tambah tua pasti harus lebih hati-hati karena kekuatan tubunya menurun semua,  paling banyak saraf kejepit itu faktor degenaratif yang dipegaruhi oleh gaya hidup sekarang. Makanya teman-teman yang muda ini juga bisa terkena saraf kejepit kalau tidak memperhatikan gaya hidupnya," jelas Denny.

Tim dokter bedah sayatan kecil ini menambahkan, pekerjaan berat juga dapat menyebabkan saraf kejepit. Seperti kisah salah seorang pasien Denny yang baru selesai operasi karena aktivitasnya sebagai atlet angkat besi. 

"Dia masih muda 23 tahun, dia atlet angkat besi. Saya operasi dia karena terlalu berat mengangkat beban," tambahnya.

Ia pun menghimbau untuk semua orang yang melakukan aktivitas mengangkat beban, harus memperhatikan caranya dan memperhatikan beban yang diangkat jangan terlalu memaksa tubuh. 

"Banyak orang salah posisi saat menggangkat, contohnya angkat galon, galon di bawah di angkat hanya dengan menunduk sehingga posisi tulang belakang akan kaget dan trauma, harusnya diangkat jongkok lalu berdiri pelan-pelan supaya tulang belakang tidak kaget," pungkasnya. (pts)



Bagikan artikel ini