Taylor Swift Alami Gangguan Tidur Sambil Makan

19 May 2019

Taylor Swift mengakui punya masalah gangguan tidur. Ia terbangun dan memakan makanan yang ada di dapur, lalu kembali tidur. Keesokan harinya ia tidak menyadari telah melakukan hal tersebut. Hal tersebut dikemukan Taylor Swift dalam The Ellen DeGeneres Show. Saat presenter Ellle Degeneres bertanya pada penyanyi berusia 30 tahun ini, apa yang dilakukannya jika tidak bisa tidur di tengah malam.

"Saya pergi ke bawah dan mencari-cari di dapur dan makan apa pun yang bisa saya temukan,” ujar Taylor Swift. Namun jawaban Taylor Swift tak hanya sampai di situ. “Ini benar-benar tidak seperti manusia dan lebih seperti rakun di tempat sampah. Pagi berikutnya aku berjalan ke bawah dan tidak menyadari apa yang terjadi di sini, Dan aku tidak ingat," sambungnya.

Elle Degeneres pun menduga Taylor Swfit mengalami masalah dengan tidur.

Melansir laman Daily Mail, hal yang dialami Taylor Swift seperti gejala gangguan tidur yang berhubungan dengan makanan, suatu kondisi yang tidak biasa yang membangunkannya dari tempat tidur dan membawanya tanpa mengambil, memakan makanan, dan membuatnya tidak mengingat kejadian tersebut.

Praktisi tidur dari Universitas Ohio, Amerika Serikat, Jesse Mindel, sulit memastikan jenis gangguan tidur yang dialami sang penyanyi. “Orang yang makan saat tidur jenis parasomnia. Mereka berpotensi berbahaya karena pada dasarnya seseorang yang memiliki paksaan untuk makan ketika mereka sedang tidur berjalan,” kata Mindel.

Ia menambahkan, orang yang memiliki gangguan tidur sambil makan ini tidak membuat makanan, biasanya, mereka mengambil dan memakan apa pun yang mereka dapatkan, dan mereka tidak ingat apa pun.

"Mereka mungkin memilih hal-hal yang bukan makanan sama sekali. Sedangkan untuk pencegahannya, ada obat-obatan tertentu. Namun gangguan tidur ini dapat dimulai karena obat lain yang diminum seseorang atau selama masa-masa stres, dan lebih sering terjadi pada mereka yang menderita sleep apnea atau mereka yang tidur berjalan ketika masih anak-anak," terang Mindel.

Stres, lanjut Mindel, juga dapat memicu kondisi tersebut. Ia mengatakan gangguan tersebut bermula karena suatu alasan, itu bukan penyakit yang datang tiba-tiba dan sesuatu yang terjadi yang akan menyebabkan gangguan-gangguan.

Dia juga mengingatkan saat menangani orang dengan gangguan ini. “Anda harus berhati-hati. Jika Anda membangunkan seseorang di tengah-tengah salah satu episode ini, mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi atau di mana mereka berada, sehingga mereka mungkin takut dan mencoba melawan balik sampai mereka benar-benar sadar,” kata Mindel. (yas)



Bagikan artikel ini