Tak Berbahaya, Micin Berbahan Dasar Tetes Tebu?

29 Jun 2019

Monosodium Glutamate (MSG) atau micin kerap digunakan sebagai penyedap rasa, memang sering dikaitkan dengan penyebab banyak penyakit.

Ketua Persatuan Pabrik Monosodium Glutamate dan Glutamic Acid Indonesia (P2MI) M. Fachrurozy menyebut, MSG merupakan bahan tambahan pangan yang aman untuk digunakan. Hal ini mengacu izin yang sudah dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dalam hak jawabnya, dia menyebut bahan Tambahan Pangan Penyedap Rasa (MSG) terbuat dari tetes tebu, bukan zat kimia (sintetik) atau zat aditif dan MSG dibuat melalui proses fermentasi.

Selain itu, terdapat 3 kandungan zat dalam Bahan Tambahan Pangan Penyedap Rasa (MSG) yaitu Asam Glutamat 78%, Natrium 12% dan Air 10%. Dengan demikian, tidak ada kandungan fosfat dalam penyedap rasa (MSG).

"Bahan Tambahan Pangan Penyedap Rasa (MSG), sudah diakui keamanannya oleh beberapa badan dunia yang berkompeten dalam bidang makanan seperti: JECFA (Terdiri dari FAO dan WHO), FDA dan juga oleh Kementerian Kesehatan serta BPOM RI," jelas Fachrurozy.

Saat ini, bahan tambahan micin adalah salah satu Bahan Tambahan Pangan Penguat Rasa yang paling aman dan diizinkan untuk dikonsumsi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No.033 Tahun 2012 dengan takaran penggunaan secukupnya.

"Maka dapat disimpulkan bahwa MSG adalah aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan dampak buruk atau bahaya pada kesehatan, seperti malas beraktivitas atau berolahraga," tutur Fachrurozy. (yas)



Bagikan artikel ini