Bahaya Main Kembang Api

31 Dec 2018

Tahun Baru identik dengan kembang api. Tapi tahukan Anda, sebenarnya bahan kimia apa yang terkandung dalam kembang api dan bahayanya? 

Ahli Kimia Analitik Universitas Airlangga, Dr. rer. nat. Ganden Supriyanto, M.Sc. menjelaskan, kembang api terbuat dari senyawa-senyawa anorganik seperti belerang, garam Nitrat dan garam Klorat (KCLO3).

"Senyawa ini akan bereduksi oksidasi dengan sulfur dan menjadi SO2 atau SO3, bila mana terlalu banyak terhirup oleh tubuh akan berbahaya bagi pernapasan," ujar Dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga ini.

Selain mengganggu pernapasan, menurut Ganden, efek senyawa kembang api yang terlalu banyak seperti di malam tahun baru juga akan mencemari lingkungan. 

"Florat,  senyawa-senyawa lain saat tereduksi akan menjadi karbon dan karbon dioksida yang akan mencemari udara lingkungan juga," lanjutnya.

Tak hanya senyawa-senyawa kimia yang ada dalam kembang api,  warna yang dihasilkan kembang api di udara juga akan menjadi racun dalam tubuh kalau terlalu banyak. 

"Warna-warna kembang api itu berasal dari logam yang saat dibakar menghasilkan warna,  misal warna biru itu dari logam tembaga, kuning dari logam natrium, hijau dari logam garium," jelas Ganden.

Dari beberapa logam warna kembang api yang  paling berbahaya adalah logam tembaga yang menghasilkan warna biru. Kandungan logam memang ada pada unsur bumi dan biasanya juga dijadikan pupuk.

Namun untuk logam tembaga bila terlalu banyak terpapar dalam tubuh akan menyebabkan berbagai macam penyakit. "Misalnya ibu hamil yang terlalu banyak terpapar logam tembaga, salah satu resikonya anak yang akan lahir bisa terkena autisme maupun kerusakan otak lainnya," tegas Ganden.

Untuk logam pada warna kuning dan hijau, tambah Ganden, kandungannya tidak terlalu berbahaya bagi tubuh, tapi tetap harus berhati-hati. "Mainnta di tanah lapang dan usahakan memakai masker agar zat kimia yang berbahaya tidak masuk dalam tubuh," sambung dia. (pts)

 

"Terkadang orang itu bergembira dengan kembang api tidak tahu bahayanya. Bukan melarang orang bermain kembang api tapi harus bijaksana bergembira tapi tidak berlebihan."Tutupnya

 

 

 



Bagikan artikel ini