Stop Kids Shaming, Ini Dampaknya Bagi Anak dan Orangtua

08 Jun 2019
Ilustrasi. (Foto: Google)

Pernahkah saat momen berkumpul dengan keluarga seperti lebaran ini, Anda mendengar beberapa pertanyaan yang dilontarkan untuk anak seperti anaknya hitamnya, kok anaknya kecil banget, sudah satu tahun anaknya belum bisa jalan ya? Anak saya 11 bulan sudah bisa jalan. Pasti Anda sering mendengar pertanyaan demikian bukan atau Anda juga pernah bertanya demikian? 

Sebaiknya, pertanyaan diatas dihindari untuk ditanyakan pada orangtua maupun anaknya. Sebab,  pertanyaan diatas merupakan kids shaming yang akan berpegaruh pada psikis seorang anak dan orangtua. 

Psikolog anak Indri Putri Waskithasari, M.Psi., dari Rumah Sakit Husada Utama mengatakan kids shaming pada anak akan membuat orangtua merasa tertekan. 

"Karena pertanyaan seperti itu akan membuat orang tua merasa seolah-olah ada tuntutan sosial untuk harus tumbuh dan memiliki prilaku tertentu. Padahal setiap anak dalam pertumbuhan maupun perilaku tidak bisa disamakan satu sama lain," terang Indri Putri Waskithasari.

Indri Putri Waskithasari mengunggkapkan, kids shaming juga akan berdampak pada anak meskipun tak terlihat secara langsung. 

"Anak-anak sebenarnya peka dalam menyerap informasi atau penilaian dari lingkungan. Mereka dapat kehilangan rasa percaya diri karena,  membanding -bandingkan diri mereka terhadap teman atau saudara," ujarnya.

Selain itu,  ungkap Indri Putri Waskithasari, anak-anak akan kehilangan rasa percaya diri mereka dalam pengalian potensi terbesar pada diri mereka. 

Ia berpesan, kepada semua orang untuk tidak lagi menanyakan hal-hal yang sensitif pada anak-anak,  tanyakan saja perihal hobi atau kegiatan yang sering mereka lakukan. (pita) 



Bagikan artikel ini