Spesialis Imunologi Infeksi dr. IGN Puspajaya: Infeksi Mata Imbas dari Penyakit Lain

Dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Mata Undaan (RSMU) Surabaya, dengan sub spesialis imunologi infeksi, dr. IGN Puspajaya, Sp.M. (Foto: Pitasari/sapadokter,com)

Infeksi mata tidak disebabkan gangguan pada penglihatan, tetapi penyakit lain juga bisa memicu infeksi mata seperti penyakit TBC, Lupus, HIV, diabetes, dan beberapa penyakit lainnya.

Penangganan gangguan mata seperti ini harus datang pada dokter yang tepat, yakni dr. IGN Puspajaya, Sp.M, dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Mata Undaan (RSMU) Surabaya, dengan sub spesialis imunologi infeksi.

Sejak begabung dengan RSMU 2008 silam, Puspa sudah menanggani infeksi mata yang disebabkan penyakit lain dalam tubuh, serta imunitas atau daya tahan tubuh.

"Infeksi mata tidak hanya disebabkan oleh gangguan mata. Penyakit lain seperti HIV, TBC atau rematik dapat menyebabkan infeksi mata. Atau ada juga dikarenakan imun orang dengan toksoplasma atau lupus limbahannya juga bisa menyebabkan infeksi pada mata," ungkap Puspa, saat ditemui sapadokter.com diruang prakteknya.

Menurut Puspa, cakupan bidang imunologi infeksi yang dikerjakan memang cukup luas. Butuh kerjasama dengan disiplin ilmu lain.

"Karena orang dengan gangguan mata yang disebabkan penyakit lain, kedua penyakitnya harus disembuhkan. Matanya kita sembuhkan, penyakitnya juga harus di sembuhkan dengan dokter ahlinya juga. Di sini diketahui penyebabnya apa, lalu disembuhkan dengan berkerjasama dengan disiplin ilmu lain. Misalnya, penyebabnya TBC, kita rujuk ke dokter ahlinya untuk menyebuhkan penyakitnya, matanya kita yang tanggani," terang dokter berusia 53 tahun ini.

Penyembuhan infeksi mata, menurut Puspa, tidak bisa instan. Faktor kesembuhan tergantung kondisi pasien. "Dokter yang menanggani harus mengerti betul kondisi pasien dan dengan sabar memberikan edukasi dan perawatan kepada pasien," tutur Puspa.

Dalam menanggani kasus mata imunologi infeksi, Puspa terkadang mengalami kendala dalam bekerja dengan dokter ahli penyakit lain.

"Terkadang mereka (disiplin ilmu) tidak mengerti apa yang kita maksud. Sebab, pengobatan ini tidak bisa satu arah harus dua-duanya disembuhkan infeksi pada mata dan penyebabnya," katanya.

Meski begitu, Puspa, telaten memberikan penjelasan dan merawat pasiennya sampai sembuh.

Dokter kelahiran Denpasar, 1 Juli 1966 ini menceritakan bahwa menjadi dokter mata adalah takdir hidupnya yang sudah digariskan.

"Dulu saya sudah diterima di penyakit dalam lalu disuruh pulang ke Bali karena, sesuatu hal (tanpa menjelaskan masalahnya). Setelah itu, saya juga melamar di pediatri yang dibutuhkan 4 orang yang melamar 4 orang tapi dokumen saya hilang, lalu saya memutuskan menekuni bidang mata dan sampai sekarang," kenang dia.

Puspa menempuh pendidikan umum kedokteran di Universitas Udayana Bali. Ia kemudian melanjutkan spesialis mata di Universitas Airlangga Surabaya. Saat bergabung di RSMU, ia kembali menempuh pendidikan di bidang imunologi infeksi selama enam bulan.

Sebelumnya, Puspa banyak 'mengenyam asam garam' dunia kedokteran. Ia pun pernah bergabung dengan John Fawcett Foundation, yang bergerak untuk memberikan operasi katarak bagi masyarakat kurang mampu.

"Dari sini saya juga belajar banyak bagaimana bertemu dengan orang-orang baru, melakukan tindakan dengan peralatan seadanya di dalam bus tapi harus tetap mengupayakan yang terbaik bagi pasien," pungkasnya.

Bila ingin berkonsultasi dengan dr. IGN Puspajaya, Sp.M, Anda dapat datang langsung ke RSMU yang berlokasi di Jalan Undaan Kulon 17-19 Surabaya. (pita)



Bagikan artikel ini