Sering Menunda BAB? Hati-hati, Dampaknya Bisa Fatal

03 Oct 2018
Foto:mamanoko.jp

Buang air besar (BAB) adalah sesuatu ysng pasti dialami oleh setiap makhluk hidup. Pada manusia, umumnya sehari sekali, bahkan ada yang sampai tiga kali sehari, ada juga yang sekali dalam 4 hari. Namun, tak ada yang bisa memperkirakan kapan BAB akan keluar.

Lantas, bagaimana ketika BAB mampir saat kita sedang berada dalam perjalanan atau sedang melakukan pertemuan penting. Apakah Anda akan berhenti sejenak dan bergegas mengurus panggilan alam itu? Atau Anda akan menahannya saja? Sapa doktet menyarankan, segeralah BAB kalau Anda sudah merasakan gejalanya. Seperti bagaimana sejumlah peneliti yang mempublikasikan hasil penelitiannya di New Zealand Medical Journal menjawab persoalan ini, “Just let it go,” alias jangan ditahan. 

Kenapa tidak disarankan menahan BAB? Karena terlalu sering melakukannya, tentu memiliki dampak yang buruk terhadap diri Anda. Apa saja? Ini dia...

1. Berpotensi Menderita Kanker Usus

Korelasi antara menahan buang air besar dan penyebab kanker usus adalah ketika anda hendak buang air besar. Namun keinginan tersebut malah ditahan. Ketika Anda menahan keinginan untuk BAB, padahal sudah merasakan gejalanya, maka usus dalam tubuh akan terkontraksi menjadi lebih kuat. Itu dilakukan oleh usus supaya kotoran tidak keluar. Jika sudah demikian, maka kontraksi yang dilakukan dalam waktu yang lama, akan membuat otot membengkak.

Jika tidak segera ditangani maka infeksi serta peradangan akan terjadi pada area tersebut. Alhasil sel kanker usus akan terpicu tumbuh.

Kasus menderita kanker usus, lebih banyak dialami oleh orang tua. Hal ini dikarenakan ketika seseorang beranjak tua, maka intensitas untuk buang air besar menjadi lebih banyak.

Kebiasaan rutin yang menjadi pertanda jika metabolisme pada tubuh tengah berjalan lancar ini, jangan sampai disepeleka . Jarang buang air besar atau bahkan dalam tenggat waktu yang cukup lama seperti halnya 1 bulan, bisa memimbulkan resiko menderita efek buruk yang fatal.

2. Kematian

Tahukah nahwa menahan BAB bisa berujung pada kematian? Dilansir dari WomensHealthMag.com, kasus menahan BAB yang berujung nyawa itu tersebut terjadi pada seorang remaja bernama Emily Titterington (16 tahun) yang berasal dari Cornwall, Inggris. Ia meninggal 8 Februari 2013. Diberitakan, Emily tidak BAB selama 8 minggu!

Diketahui, emaja yang menderita autisme ringan ini, sepanjang usianya telah mengalami masalah BAB. Ia takut untuk masuk toilet, sehingga ia memilih untuk menahan BAB. Hasil pemeriksaan medis atas kematiannya menyebutkan bahwa Emily menderita serangan jantung fatal, yang diakibatkan oleh pembesaran usus yang menekan beberapa organ tubuh bagian dalam lainnya.

Ahli patologi Amanda Jeffery, menjelaskan bahwa Emily menderita pembesaran usus yang sangat masif. Di rumah sakit tempat Emily dirawat, perawat yang bertugas, Lee Taylor, juga mengatakan perut Emily terlihat membesar.

Kasus kematian akibat tidak bisa atau menahan BAB sebensrnya sangat jarang sekali terjadi. Akan tetapi, orang yang menderita tinja atau pup yang mengeras sehingga sulit dikeluarkan adalah masalah yang umum terjadi. Dikatakan oleh psikolog anak, Carin Cunningham, anak-anak adakah yang lebih sering mengalaminya. Namun tidak menutup kemungkinan juga, orang dewasa mengalami BAB keras.

3. Menimbun Sampah Sekaligus Bakteri dan Racun

Menimbun sampah makanan di dalam rumah tentu cepat atau lambat akan menimbulkan rasa yang tidak enak. Tak hanya berdampak pada kebersihan dan keindahan rumah. Menumpuk sampah juga akan berdampak pada kesehatan. Apalagi, jika sampah yang kita timbun ini adalah yang berada di dalam perut.

Buanglah sampah di perut Anda dengan BAB! Jangan ditunda, sebab sering menahan buang air besar dapat membuat tubuh terasa pegal- pegal serta rasa tidak nyaman.

Selain itu, membuang sampah yang ada dalam perut dapat mengusir racun serta bakteri di dalam perut dengan cara dikeluarkan bersamaan dengan kotoran. Jika tidak segera dikeluarkan, maka penyakit dalam tubuh berpotensi lebih berkembang dari sebelumnya. Jika bakteri dan racun di dalam tubuh tidak segera dikeluarkan, maka bisa dipastikan jika tubuh akan mengalami gangguan kesehatan.

Inilah kenapa buang air besar, sebaiknya dilakukan secara rutin. Penting memerisakan perubahan kebiasaan buang air ke dokter. Apalagi jika itu berlangsung dalam kurun waktu yang lama dan disertai dengan gejala gangguan kesehatan. Bagaimanapun, kesehatan anda tentu lebih penting untuk dijaga. Rutin dan tidak menahan-nahan BAB adalah salah satu caranya.




Bagikan artikel ini