Sembarangan Pakai Obat Mata, Bisa Jadi Glaukoma

12 Oct 2018
Foto: trungmyjsc.com

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) glaukoma menjadi bahaya kedua penyebab kebutaan. Kondisi yang disebkan karena tingginya tekanan bola mata ini, salah satunya dipicu oleh penggunaan obat mata yang sembarangan.

Yang biasanya terjadi, ketika seseorang sudah merasa cocok dengan satu resep obat mata. Selanjutnya, ia akan menggunakan obat mata itu terus menerus, apabila merasakan gejala yang sama atau mirip dengan yang pernah dialami matanya. Padahal hal ini sebenarnya tidak dioerbolehkan.

dr Dewi Rosarina SpM dari Rumah Sakit Mata Undaan mengatakan, ada beberapa jenis obat mata yang tidak baik digunakan terus menerus, dalam jangka panjang. Salah satunya adalah kortikosteroid. Menggunakannya secara berlebih dapat berujung pada glaukoma.

"Saya sering menemui pasien penderita glaukoma yang penyebabnya karena terlalu sering memakai kortikosteroid untuk mengobati mata, dalam jangka panjang. Awalnya ada yang karena resep dokter - merasa cocok. Atau karena rekomendasi dari keluarga, teman, atau sodara - lantas mencoba dan cocok. Selanjutnya setiap ada keluhan di mata dengan gejala yang sama atau mirip, lantas memutuskan menggunakan obat yang sama, tanpa petunjuk dokter," cerita dokter spesialis mata yang akrab dipanggil Rina itu.

Menurutnya tindakan tersebut adalah suatu kesalahan. Perlu diketahui, bawasanya obat yang diresepkan oleh dokter mata, ditujukan untuk mengobati gejala yang dialami pasien, saat ia periksa. Ketika obat tersebut berhasil. Bukan berarti resepnya dapat digunakan terus menerus, untuk mengobati gejala yang sama atau lainnya.

Selain itu, adanya obat mata yang dirasa ampuh oleh keluarga, teman, atau saudara kita. Bukan berarti obat itu juga akan menuai manfaat yang sama untuk kita. Bisa jadi obat itu akan ampuh beberapa waktu. Tapi di lain sisi, obat juga bisa menumpuk masalah yang lebih serius untuk mata kita.

"Dokter memberikan resep obat, ya untuk mengobati masalah yang dikeluhkan pasien saat hari H itu saja. Kalau obatnya manjur, lalu beberapa waktu mengalami gejala yang sama atau lebih lagi. Jangan terburu membeli atau pakai obat dengan resep yang sama, konsultasikan dengan dokter terlebih dulu. Apalagi kalau mau menggunakan obat mata yang karena rekomendasi dari orang sekitar. Jangan langsung yakin, konsultasikan ke dokter dulu. Karena penyakit mata yang diderita seseorang bisa jadi beda, tapi gejalanya sama. Untuk itu, berhati-hati menggunakan obat mata sangat perlu. Salah-salah mulanya hanya gatal, kedepannya bisa jadi glaukoma," tutur dr Rina.

Pengetahuan tentang bahaya penggunaan obat mata tanpa saran dari dokter ini, cukup minim diketahui oleh masyarakat. Padahal, hal ini dapat mengantarkan seseorang ke masalah penglihatan yang serius yakni glaukoma.

Dibanding katarak, glaukoma jauh lebih berbahaya. Sebab, penderita galaukoma yang sudah sampai pada kebutaan, tidak akan bisa disembuhkan. Berbeda dengan katarak, dimana kebutaannya masih bisa sembuh.

Penyebab utama galukoma adalah rekanan bola mata yang tinggi. Hal ini disebabkan karena adanya penumpukan cairan di dalam mata. Sehingga tekanan bola mata meningkat.

Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami kondisi ini. Salah satunya adalah pengobatan menggunakan kortikosteroid dalam jangka panjang. Obat mata jenis tersebut, dapat kita dapatkan dengan mudah di pasaran.

Kortikosteroid dapat berbentuk obat tetes mata, pil, tablet, pun obat suntik. Namun, penggunaannya yang sering kali dilakukan secara keliru adalah yang berbentuk obat tetes mata. Untuk itu, sebelum memutuskan untuk menggunakan obat mata. Baiknya konsultasikan terlebih dulu kepada dokter ahlinya. 



Bagikan artikel ini