Rokok Elektrik Sama Berbahaya dengan Rokok Tembakau?

29 Dec 2018

Vape  merupakan rokok elektrik yang berisi cairan dengan berbagai macam rasa, vape kini banyak diminati kaum remaja. Konon katanya vape lebih aman daripada rokok biasa (rokok tembakau). Tapi benarkah seperti itu?

Dokter spesialis paru-paru  dr. Alfian Nur Rosyid, Sp.P mengatakan, vape sama berbahayanya dengan rokok tembakau biasa, meskipun beberapa rokok elektrik mencamtumkan free nikotin pada kemasannya, kandungan lain pada rokok elektrik ini juga berbahaya bagi paru-paru penggunannya. 

"Apakah nikotin saja yang berbahaya bagi rokok, tentu tidak kan di dalam rokok juga banyak kandungan lain yang berbahaya seperti Tar, Korbon Monoksida, itu juga yang terjadi pada vape meskipun tulisannya tidak mengandung nikotin kandungan lainnya tetap saja berbahaya seperti rokok pada umumnya," ujar dokter yang sekaligus pengajar Universitas Airlangga ini.

Uap panas yang dihasilkan oleh rokok elektrik ini, juga berbahaya karena dapat merusak Silia (bulu hidung) dan Mukosa (membran yang melapisi seluruh organ tubuh yang memiliki kontak dengan lingkungan luar) pada saluran pernapasan.

"Silia dan Mukosa inikan pertahanan tubuh yang pertama, kalau kena uap panas dari rokok elektrik ini bisa rusak, pertahanan tubuh tidak akan ada lagi jadi lebih gampang terkena penyakit," ungkap Alfian. 

 

Menurut Alfian, asap rokok elektrik yang terlalu banyak membumbung di udara,  juga bisa memenuhi paru-paru sehingga paru-paru akan penuh dengan asap rokok.

"Paru-paru itukan butuh O2, sedangkan asap rokok itu mengandung CO2 dan CO, yang harusnya kantong paru-paru di isi O2 jadi terisi CO2 paru-paru bisa rentan terkena penyakit,  salah satunya paru-paru bisa menghitam," jelas Alfian.

"Sedangkan CO yang juga akan masuk paru-paru, lalu mengisi Alveoli (saluran nafas) dia akan mengikat eritrosit dan menukarnya dengan CO2 yang dibawa,  setelah itu akan  diedarkan ke seluruh tubuh, dia akan digunakan dengan gula lalu diolah menjadi tenaga, kalau yang diolah menjadi tenaga itu CO maka akan menghasilkan tenaga sekitar 2 persen saja," lanjutnya.

Padahal, lanjut Alfian kalau itu diolah dengan oksigen akan menghasilkan 74 persen tenaga untuk tubuh. Maka dari itu seorang perokok elektrik maupun rokok tembakau cendereng malas -malasan, karena tenaga yang dihasilkan sangat sedikit dalam tubuh. 

Alfian menambahkan, asap rokok elektrik pun sama berbahayanya dengan asap rokok tembakau biasa, jika terhirup oleh orang disekitarnya karena partikelnya pun sama. 

"Intinya sama saja rokok elektrik dan rokok biasa sama berbahayanya bagi paru-paru, sama-sama bisa menimbulkan gangguan saluran nafas," imbuhnya. (pts)

 



Bagikan artikel ini