Polusi Asap Kendaraan Bermotor di Tahun Baru, Ini Efeknya

27 Dec 2018
Suasana jalan saat tahun baru

Beberapa hari lagi tahun 2018 akan berganti menjadi 2019. Pada perayaan tahun baru biasanya semua orang akan tumpah ke jalan, untuk melihat kembang api. Dimana setiap jalan akan penuh sesak dengan kendaraan bermotor, belum lagi ditambah orang yang sengaja mengeber knalpot motornya di tengah jalan untuk menghasilkan asap yang berlebihan, Dan asap ini bisa memdominasi udara sehingga terhirup oleh banyak orang yang ada disana. 

Lalu tahukah Anda, terlalu banyak menghirup asap kendaraan dapat mengganggu paru-paru? Dokter spesialis paru-paru dr. Alfian Nur Rosyid, Sp. P mengatakan, terlalu banyak menghirup asap kendaraan bermotor dapat menyebabkan gangguan pernafasan sampai iritasi tenggorokan. 

"Asap kendaraan itu pembakaran tak sempurna karena mengandung CO dan CO2, apabila ini banyak terhirup oleh tubuh dan melewati ambang batas bisa menjadi racun dalam tubuh," ujar dokter Rumah Sakit Airlangga Surabaya ini.

"Apalagi waktu tahun baru,  sepeda motor penuh di jalan belum di tambah orang yang sengaja menyalakan motor di tengah jalan, bisa dibayangkan kan bagaimana polusi udara dan asap yang terhirup dalam tubuh," tambah Alfian

Menurut Alfian, dampak akutnya bisa menyebabkan iritasi di tenggorokan, hal ini dikarenakan Plexus yang berisi pembuluh darah, di area rongga pernafasan menghirup udara panas asap kendaraan bermotor beserta partikel-partikelnya, sehingga tenggorakan akan kering dan iritasi. 

Alfian juga menghimbau bagi orang yang mempunyai asma atau gangguan pernafasan lainnya. Sebaiknya menghindari tempat dengan kepungan asap kendaraan yang tinggi di malam tahun baru. 

"Karena bisa menyebabkan saluran pernafasan penyempit, dan akan terkena serangan asma mendadak," jelasnya

Untuk meminimalisir polusi udara yang terjadi  di tahun baru pun, Alfian berpesan untuk menghindari tempat-tempat tersebut,  meskipun menggunakan masker,  masker pun tidak berpegaruh signifikan untuk mengahalau asap yang terhirup. 

"Cara paling baik untuk mengurangi resiko ya menghindar, jangan malah berhenti di tempat yang penuh polusi, karena pemakaian masker pun juga tidak terlalu memberikan efek," tutup Alfian. (pts)



Bagikan artikel ini