Perawakan Pendek dan Stunting Tak Sama, Ini Bedanya

06 Dec 2018
Ilustrasi.

Stunting dan perawakan pendek (short stature) merupakan dua hal yang berbeda. Hal ini diungkapkan oleh dr. Nur Aisyah Widjaja, Sp.A(K), dokter anak dan konsultan gizi dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Anak dikatakan stunting saat berusia 0-5 tahun dengan tinggi badan hanya sekitar 8,5-11,75 cm. Menurut dokter yang biasa disapa Nuril ini, penyebab stunting adalah pemberian nutrisi.

"Saat MPASI tidak memenuhi kandungan mikro seperti zat besi, zinc yang diperlukan sehingga berat badan tidak naik, dan diikuti tinggi badan yang tidak ideal pula," jelasnya.

Sedangkan short stature itu perawakan pendek, karena faktor hormon dan keluarga. "Jadi dia dari awal punya keturunan pendek. Misal ayah atau ibunya pendeknya, anaknya juga pendek ini dinamakan Midparental Height atau tinggi badan anak sesuai dengan orang tuannya," ujar dokter dan juga konsultan gizi ini

Hal ini penting untuk dimengerti orang tua, agar mereka tidak salah sangka mengenai stunting dan perawakan pendek. "Orang pendek itu pasti stunting, tapi stunting belum tentu pendek," jelasnya.

Pada dasarnya, asupan nutrisi yang didapat anak memiliki pengaruh yang besar saat 1.000 hari pertama kehidupan. Selanjutnya, pertumbuhan anak diambil alih oleh faktor hormon.

Sementara, hingga saat ini masalah hormon yang menyebabkan anak bertumbuh pendek belum mendapat kesadaran yang cukup. Tercatat angka kejadian defisiensi hormon pertumbuhan diperkirakan terjadi pada 1:4000 sampai 1:10.000 anak.

Mengukuran berat badan dan tinggi badan anak sesuai usia, dapat membantu orang tua untuk tetap memantau dan mengetahui sudah sejauh mana perkembangan anaknya.

"Jadi orangtua bisa langsung tahu anaknya tumbuh dengan baik atau tidak dengan pengukuran teratur ini," tutupnya. (pts)



Bagikan artikel ini