Penyakit Leukemia Merenggut Nyawa Musisi Dian PP

29 Dec 2018

Kabar duka kembali datang dari dunia musik indonesia. Musisi senior Dian Pramana Poetra meninggal dunia, pada Kamis 27 Desember 2018 sekitarpukul 20.50 WIB di Rumah Sakit Hermina, Jatinegara, Jakarta.

Penyanyi yang beken dengan nama panggung Dian PP ini meninggal akibat Leukemia atau yang umum disebut kanker darah. Saat di bawah ke rumah sakit kondisi kanker darah Dian sudah memasuki stadium 4.

Sebelum musisi Dian PP meninggal karena leukemia, Shakira Aurum putri Denada juga divonis penyakit yang sama. Saat ini, Shakira masih menjalani perawatan di Singapura. 

Leukemia

Leukemia adalah salah satu jenis kanker darah yang mempegaruhi produksi dan fungsi sel darah putih dalam melawan infeksi. Meskipun jenis kanker ini sering menyerang anak-anak dan remaja, nyatanya leukemia juga bisa terjadi pada segala usia.

Leukemia memiliki banyak gejala yang dapat membantu mendeteksi penyakit ini, antara lain:

1. Darah sulit membeku

Leukemia terjadi karena sel darah putih yang belum matang mengacaukan trombosit darah, dimana trombosit penting untuk proses pembekuan darah. Hal ini yang membuat pasien leukemia sering mengalami pendarahan. 

Biasanya orang terluka, darah akan membeku dan berhenti dengan cara di tekan-tekan saja, tapi jika pendarahan terjadi pada penderita leukemia darah akan sulit untuk dihentikan. Jika dilihat pun darah penderita leukemia tidak merah pekat melainkan merah muda. 

2. Sering memar

Karena leukimia mempegaruhi sel darah putih sehingga mengacaukan trombosit,  maka jumlah trombosit dalam tubuh pun akan berkurang. Rendahnya jumlah trombosit dalam tubuh mengakibatkan keterlambatan pembekuan darah. Tak jarang, muncul bintik-bintik merah atau bahkan keunguan yang disebut petechiae akibat adanya perdarahan minor di dalam kulit.

3. Rentan infeksi

Leukemia terjadi karena sel darah putih yang tubuh secara abnormal, akibatnya berbagai macam kuman yang menyerang tubuh tidak bisa dilawan oleh sel darah putih. Maka dari itu, penderita leukimia cenderung mudah terserang penyakit. 

4. Nyeri sendi dan tulang

Penderita leukemia biasanya sering merasakan nyeri pada persendian atau di bagian tulang belakang. Bahkan rasa nyeri yang luar biasa ini bisa membuat penderita mengalami demam tinggi. Selain nyeri di bagian sendi dan tulang belakang, penderita leukemia juga sering merasakan nyeri di bagian perut akibat organ hati atau limpa mengalami pembengkakan. 

5. Kekurangan darah (anemia) 

Anemia adalah salah satu gejala leukemia. Pasalnya anemia terjadi karena seseorang kekurangan sel darah merah. Oleh karena itu, penderita leukemia umumnya mengalami sesak napas, warna kulit pucat, lemah, letih, dan lesu. 

Gejala leukemia lainnya yang menyertai kelima gejala di atas yaitu mimisan,  peradangan gusi, mual, demam, menggigil, sakit kepala, nafsu makan menurun, mengalami penurunan berat badan secara drastis, dan keringat berlebihan di malam hari.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala seperti disebutkan di atas, ada baiknya anda memeriksakan diri ke dokter untuk penangganan lebih lanjut. 

Pada tahap awal pemeriksaan dokter akan memeriksa fisik Anda, lalu pemeriksaan laboratorium seperti tes darah, dan biopsi dengan mengambil sampel sumsum tulang belakang. 

Pengobatan leukemia tergantung pada jenis leukemia yang diderita, usia pasien,  dan keadaan kesehatannya. Agar bisa mendapatkan perawatan yang paling efektif, penderita harus mendapatkan perawatan intensif di tangan dokter yang terlatih dan pengalaman.

Pengobatan leukimia sedini mungkin akan memperkecil risiko seseorang terkena leukimia stadium lanjut. (pts)

 



Bagikan artikel ini