Pentingnya Deteksi Dini Mata Juling

08 Nov 2018

Mata merupakan indra pengelihatan paling penting, maka dari itu kita harus mengetahui gangguan pada mata. Salah satu gangguan pada mata adalah Strabismus atau juling, yakni kelainan posisi bola mata dimana satu mata lurus dan melihat pada objek yang dilihat sementara mata sebelahnya melihat ke arah lain. Kondisi ini bisa menetap (konstan) dapat pula hilang timbul (intermitten) dan bisa diidap semua umur.

Sampai saat ini penyebab Strabismus atau juling belum bisa diketahui. Kemungkinan karena faktor genetik (keturunan), kelainan otot mata,  kelumpuhan saraf sentral akibat hidrosefalus,  tumor otak, tumor mata atau karena gangguan pengelihatan akibat mata minus (myopia), mata plus (hypermetropis), katarak serta bayi yang terlahir prematur.

Dampak strabismus

Apabila Strabismus atau juling terjadi pada masa perkembangan penglihatan seorang bayi dan anak-anak, dapat mengakibatkan penurunan penglihatan yang disebut 'Ambliopi' atau mata malas, kehilangan penglihatan binokuler yang permanen bila tidak segera ditangani, dan penglihatan yang tidak simetris berakibat si penderita kehilangan rasa percaya diri.

Deteksi dini diperlukan untuk kondisi ini. Setiap anak yang mengalami kondisi Strabismus atau juling ini harus diperiksa ke dokter spesialis mata, karena penting untuk menyingkirkan kemungkinan kelainan berbahaya lain yang menyertai kondisi ini.

Pemeriksaan harusnya dilakukan sejak anak masih bayi sampai usia sekolah, terutama bagi anak-anak yang memiliki ciri kepala selalu miring saat melihat, mengangkat atau menurunkan dagu,  memicingkan mata, bahkan mendekatkan benda yang ingin dilihatnya. Jika orangtua mengetahui adanya gejala-gejala tersebut, tidak ada salahnya membawa anak ke dokter spesialis mata. (pitasari)



Bagikan artikel ini