Pasta Gigi Penyebab Kulit Mengkerut dan Iritasi Kulit

02 Jan 2019

Pasta gigi banyak dipercaya sebagaian orang bisa mendinginkan luka bakar atau pertolongan utama luka bakar. Ternyata hal ini tidak dibenarkan oleh para ahli maupun dokter spesialis kulit.

Menurut dr Maylita Sari Sp,KK, luka bakar yang diberi pasta gigi malah akan menyebabkan iritasi dan menghambat air yang keluar dari kulit. 

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ahli Kimia Analitik Universitas Airlangga, Dr. rer. nat. Ganden Supriyanto, M.Sc. yang mengatakan bahwa kandungan senyawa dalam pasta gigi akan membuat kulit mengkerut  serta terjadi dehidrasi lokal. 

"Senyawa dalam pasta gigi akan menyerap air di area luka bakar dan menyebabkan dehidrasi lokal pada kulit sehingga kulit akan mengkerut," ujar lulusan S3 Freie Universitas Berlin, Jerman.

Kalau sudah begini, kata Ganden Supriyanto, luka bakar akan semakin lama sembuh dan kulit yang mengkerut berbekas yang tidak bisa kembali seperti semula.

"Orang-orang memakai pasta gigi pada luka bakar karena mengangap efek sejuk pada pasta gigi bisa mendinginkan luka bakar. Tapi kenyataanya tidak, luka bakar itu seharusnya diberi olesan yang melembabkan seperti salep, bukan pasta gigi," ungkapnya.

Untuk diketahui, pemakaian pasta gigi yang berkelanjutan pada luka bakar akan mengundang bakteri yang bisa menyebabkan iritasi kulit. 

"Pasta gigi itu kan mengandung gula, kalau terus dipakai pada luka, gulanya akan mengundang bakteri yang akan semakin memperparah luka bakarnya," pungkas Ganden Supriyanto. (pts)



Bagikan artikel ini