Minum Teh Tidak Dianjurkan saat Makan, Ini Alasannya

12 May 2019
Ilustrasi. (Foto: Google)

Apakah Anda termasuk orang yang memilih teh baik hangat atau dingin untuk minuman saat makan? Jika iya, sebaiknya Anda segera merubah kebiasaan tersebut kenapa? Menurut Alhi gizi kuliner Nurul Hindaryani, SPd.MGz dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes) Surabaya, teh yang memiliki kandungan Tanin ini dapat menghambat proses menyerapan makanan dalam tubuh. 

"Selain makanan yang terhambat,  apabila minum obat menggunakan teh juga dapat menghambat obat tersebut. Jadi memang kalau sesudah makan baiknya minum air putih saja," ujar dosen Poltekes ini.

Pertanyaannya apakah teh tidak diperbolehkan sama sekali? "Tentu saja di perbolehkan tapi diminum setelah dua jam setelah makan, jadi tidak sampai menghambat menyerapan makanan atau obay dalam tubuh," ungkap Nurul. 

Tanin sendiri adalah beberapa antioksidan berjenis polifenol (yang mencegah atau mentralisasi efek radikal bebes yang merusak) yang menyatu dan mudah teroksidasi menjadi asam tanan. Asam tanat berfungsi membekukan protein yang berefek negatif pada mukosa lambung. 

"Kandungan tanin  sendiri tidak hanya pada teh, kopi juga memiliki kandungan tanin sehingga memang dua jenis minuman ini tidak dianjurkan diminum saat makan atau minum obat," imbuhnya. 

Nurul menjelaskan, apabila kondisi minum teh atau kopi saat sedang makan atau minum obat terus terjadi. Salah satu gangguan kesehatan yang akan muncul adalah hemoglobin rendah atau darah rendah. 

"Karena makanan atau obat yang dapat diharapkan dapat membentuk zat besi dalam darah tidak terbentuk terhalang oleh teh atau kopi yang dikonsumsi saat makan atau minum obat," pungkasnya. (pita)

 

 



Bagikan artikel ini