Minum Soda Mengganggu Sistem dalam Tubuh

14 Apr 2019

Mengonsumsi sekaleng soda dingin di tengah teriknya cuaca memang sangat menyegarkan. Sayangnya, kandungan gula di dalam soda sangat mengganggu sistem dalam tubuh.

Dalam 10-15 menit usai meneguk soda, usus menyalurkan kandungan gula dalam soda ke darah dan meningkatkan kadar glukosa atau gula darah.

Glukosa yang dialirkan dalam darah dapat membuat tubuh bekerja secara berlebihan untuk memprosesnya. Pangkreas mengeluarkan insulin untuk mengangkut gula yang merupakan karbohidrat ke otot untuk energi.

Tak hanya itu, soda mengandung gula yang sangat tinggi dan melebihi asupan gula yang dibutuhkan oleh otot.

"Ketika seseorang meminum soda 20 ons, mereka mendapatkan seluruh asupan karbohidrat melalui cairan," ucap Meltem Zeytinoglu, ahli endrokrinologi.

Dalam kebanyakan kasus, kata Zeytinoglu, soda diteguk bersama makanan lain. Jadi, karbohidrat tambahan perlu diproses. Gula tambahan ini, alih-alih disimpan dalam jaringan otot, akan dikonversi menjadi lemak di hati.

Ginjal juga ikut berperan dengan membantu membuang kelebihan gula melalui urin. Itu berarti tubuh kita kehilangan air. Jika dikombinasikan dengan efek diuretik dari kafein dalam soda, ini akan meningkatkan risiko dehidrasi. "Gula dan kafein dalam soda adalah kombinasi yang tidak sehat," kata Zeytinoglu.

Riset dari Princeton University juga membuktikan efek lain dari soda. Riset dilakukan dengan menggunakan tikus yang diberi cairan manis saat lapar.

Hasilnya, otak tikus melepaskan dopamin, zat kimia yang memicu motivasi dan penghargaan. Ini respons yang mirip dengan apa yang terjadi ketika tikus diberikan kokain atau heroin.

Selain itu, riset dari National Institutes of Health membuktikan, gula juga bisa membuat ketagihan dibandingkan kokain. Sebaiknya, kita mengganti soda dengan minuman tanpa kalori seperti teh, air putih, dan infused water untuk menghidrasi tubuh. (yas)



Bagikan artikel ini