Mengenali Penyakit di Dalam Rahim Endometriosis

16 Apr 2019
Ilustrasi. (Foto: Google)

Endometriosis merupakan suatu penyakit kronis dan progresif yang ditandai oleh adanya pertumbuhan material darah haid di luar rongga rahim. Hal ini diungkapkan oleh dr Relly Yanuari Primariawan SpOG(K), dalam seminar awam tentang 'Laparspocy For Endometriosis', belum lama ini.

"Kondisi ini sering kambuh dan kerap terjadi pada wanita usia reproduksi yaitu 12-50 tahun," ujar Relly.

Ia lalu menjelaskan mengenai faktor resiko, gejala klinis, hingga berbagai macam pengobatan yang dapat dilakukan. 

"Faktor resiko penyakit ini antara lain, genetik,  belum pernah hamil, terjadi haid terlalu dini atau manopause terlambat, sirkulasi haid pendek, haid lama,  rokok dan kelainan bawaan yang menyebabkan terbendungnya darah haid (kelainan organ kandungan)," ungkapnya. 

Gejala yang paling banyak dikeluhakan, lanjut Relly adalah nyeri. Namun keluhan nyeri tidak menentukan seperapa parah penyakit tersebut. Sebab banyak faktor lain yang mempegaruhi rasa nyeri saat haid. 

Pengobatan

Pengobatan untuk penyakit ini bermanfaat mengurangi keluhan nyeri, mengurangi lesi (luka) endometriosis, mengatasi masalah gangguan kesuburan, dan meningkatkan kualitas hidup penderita endometriosis.

"Macam pengobatan yang dapat dilakukan antara lain, mengonsumsi obat-obatan, teknologi reproduksi berbantu seperti inseminasi dan bayi tabung, laparskopi, dan kombinasi," kata Relly.

Untuk laparskopi, tutur Relly, merupakan prosedur medis yang dilakukan untuk mengakses bagian dalam rongga perut dan panggul.

"Laparskopi membutuhkan alat yang telah dilengkapi kamera dan lampu kecil. Kamera tersebut akan memperlihatkan bagian rongga perut dan panggul yang memudahkan dalam tindakan operasi," tuturnya. 

Keunggulan laporskopi, di antaranya, dapat meminimalisir pendarahan, nyeri pasca operasi, bekas luka, lama perawatan, dan lain sebagainya. "Namun dengan alat ini, lapang pandang lebih luas dan kemungkinan pengangkatan penyakitnya juga besar," jelasnya. 

Relly menambahkan, tidak semua kondisi endometriosis memerlukan tindakan laparskopi. "Tidak ada satu macam pengobatan yang ideal untuk semua pasien," tutupnya. (pita)

 



Bagikan artikel ini