Mengenal Perbedaan Osteoartritis dan Osteoporosis, Gejala hingga Pemeriksaannya

12 Apr 2019
Spesialis Rehabilitasi Medik, dr. Indra Tjahjono, Sp.KFR dalam talkshow kesehatan di Exhibition Hall Grand City Surabaya. Kamis, 11 April 2019. (Foto: Pita/sapadokter.com)

Spesialis Rehabilitasi Medik, dr. Indra Tjahjono, Sp.KFR menjelaskan perbedaan antara penyakit Osteoartritis dan Osteoporosis. Sebagai antisipasi untuk membedakan gejala serta penangananya. 

"Yang pertama harus diketahui Osteoartritis yang sakit adalah sendinya (permukaan tulang). Sedangkan Osteoporosis yang sakit adalah tulangnya," ungkap Indra Tjahjono dalam talkshow kesehatan di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Kamis, 11 April 2019.

Gejala Osteoartritis dan Osteoporosis dibedakan dari rasa sakitnya. "Osteoartritis sakit di persendian setelah duduk, bangun tidur dan akan menghilang selama 30 menit. Sedangkan osteoporosis rasa sakitnya bisa pindah-pindah terkadang di lutut, lalu di leher, punggung nanti di kaki. Kalau sudah begitu berarti itu gejala osteoporosis," terang Indra Tjahjono. 

Selain itu, resiko terjadinya kedua penyakit itu biasanya terjadi pada usia lanjut 60 tahun ke atas, karena penyakit ini merupakan gangguan tulang yang disebabkan usia. 

"Kalau osteoartritis resiko terjadi di usia muda sekitar 40 tahun banyak terjadi. Apalagi kalau penggunaan sendi yang berlebihan di usia produktif seperti olahraga berlebihn misalnya tanpa merawat sendi itu sendiri," terang Indra Tjahjono. 

Untuk mengetahui adanya penyakit tersebut bisa menggunakan screning X-Ray atau USG otot untuk deteksi dini. "Mungkin bedanya kalau osteoartritis di sendinya akan ada cairan yang bukan merupakan cairan sendi, serta adanya pembekakan pada area persendian," sambungnya. 

Indra Tjahjono menambahkan, yang paling penting kalau mengalami Osteoartritis dan Osteoporosis, jangan dilalukan pemijatan tapi bawa ke dokter. 

"Tidak semua penyakit sembuh dipijat, pada kasus kedua penyakit pemijatan akan menambah buruk keadaan. Banyak pasien yang datang ke saya dengan keadaan patah tulang atau bengkak bertambah parah karena dipijat," tutup Indra. (pita)



Bagikan artikel ini