Mengenal Kanker Usus Besar, Gejala, Pencegahan, dan Pengobatan

dr. Edwin Donardono, Sp. B-KBD dari Rumah Sakit Adi Husada Cancer Center (AHCC).

Kanker Kolorektal adalah jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau rektum. Kanker ini dapat bermula dari polip yang tumbuh di sepanjang dinding permukaan dalam usus besar serta rektum. 

Pada tahap awal kanker ini memang kerap diabaikan, karena gejala yang sering diabaikan atau tak terasa. Namun, perkembangan sarana dan prasarana dunia medis membuat beberapa tahun belakangan ini angka kanker kolorektal atau kanker usus besar meningkat.

Hal ini disampaikan oleh dr. Edwin Donardono, Sp. B-KBD dari Rumah Sakit Adi Husada Cancer Center (AHCC) dalam acara health talk bertema "Deteksi Dini, Pencegahan dan Pengobatan Kanker Usus Besar."

"Jumlah penderita kanker usus besar sekarang ini mecapai 30 persen dari angka keseluruhan penderita kanker di Indonesia. Penyakit ini memang banyak terjadi di usia 40 tahun keatas, tapi beberapa kasus juga ada yang dibawah 20 tahun, pasien termuda saya berusia 14 tahun," ujar Edwin.

Penyebab kanker usus besar

Menurut Edwin, 80 persen penyebab terjadinya kanker ini tidak diketahui, sisanya 20 persennya dipegaruhi faktor genetik dan asupan makanan dari luar tubuh.

"Yang jelas kanker itu berubahnya sel-sel sehat menjadi sel-sel abnormal, paling sering perubahan ini terjadi karena asupan dari luar seperti makanan yang mengandung pengawet,  radiasi dan arang,  bukan makanannya tapi arangnya yang menjadi masalah bila termakan dan menempel di dinding usus besar. Sebab arang mengandung karsinogenik yang bisa memicu kanker," jelas Edwin Donardono.

Gejala 

Edwin menjelaskan, tanda-tanda dan gejala yang umumnya terjadi antara lain diare atau konstipasi, proses buang air besar (BAB) yang terasa tidak tuntas, darah pada tinja (biasanya tidak banyak), tinja yang disertai lendir, selain itu,  mual, muntah, sakit perut lemas, dan lelah serta penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. 

"Kalau kanker ada di usus besar kanan gejala yang muncul adalah sering BAB,  kalau di usus besar kiri biasanya BAB tidak teratur, 3 sampai 4 hari baru BAB. Lalu tinja keluarnya kecil-kecil seperti kotoran kambing, ada lendir ini patut dicurigai meskipun belum tentu kanker," terang Edwin. 

Ia pun menambahkan, gejala kanker usus besar biasanya akan dirasakan oleh pasien ketika kanker sudah berkembang jauh. Gejalanya juga tergantung pada lokasi tumbuhnya kanker. "Pada tahap awal, gejala kanker usus besar sering tidak terasa. Sehingga, pemeriksaan secara rutin patut dilakukan untuk berjaga-jaga," sambung Edwin. 

 

Pencegahan

Untuk pencegahan, Erwin Donardono menyarankan lalukan pengaturan pola hidup, seperti makan dengan memperhatikan gizi seimbanga ada karbohidrat, lemak, protein dan serat. 

"Terlalu banyak serat yang dimakan juga tidak baik untuk usus. Sebab serat yang paling berat untuk dicerna usus, meskipun memang kita tahu serat memiliki banyak manfaat untuk tubuh bagian lain. Untuk itu harus seimbang," imbuhnya. 

Selian itu,  lakukan aktivitas fisik seperti berolahraga serta hentikan mengkonsumsi rokok dan alkohol.

Pemeriksaan atau screening

Pemeriksaan yang digunakan, ungkap Edwin, diagnosis kanker usus besar diantaranya periksa Fecal Occult Blood test (FOBT), bila positif periksa colok dubur atau RT. Apabila pemeriksaan RT dirasa tak menemukan sumber pendarahan maka lakukan pemeriksaan proktoskopi, tetapi bila proktoskopi tidak menemukan kelainan maka harus dirujuk ke faskes sekunder untuk kolonoskopi.

Kolonoskopi, yaitu pemeriksaan evaluasi kondisi bagian dalam rectum dan usus besar. Untuk individu resiko tinggi selalu dianjurkan untuk kolonoskopi. Lantas, siapa yang harus menjalani pemeriksaan ini? 

Orang-orang dengan resiko tinggi, tutur Edwin, usia di atas 50 tahun, orang dengan keluarga mengidap keganasan usus besar, orang dengan keluarga mengidap keganasan di kandungan dan penderita peradangan dan polip. 

"Meski tak menutup kemungkinan pada individu lainnya, khusunya yang sudah mengalami gejala diatas harus periksa. Karena kalau diketahui lebih awal pengobatan akan lebih cepat," tambahnya. 

Pemeriksaan diatas, untuk pendeteksi kanker usus besar dapat Anda lakukan di Adi Husada Cancer Center (AHCC)  yang sudah memiliki peralatan lengkap untuk screening, pemeriksaan serta konsultasi mengenai kanker. (pita)



Bagikan artikel ini