Mengenal Gejala Osteoartritis untuk Penanganan Dini

12 Apr 2019
Ilustrasi gejala Osteoartritis.

Osteoartritis merupakan penyakit gangguan sendi yang terjadi karena penggunaan berlebihan sendi untuk aktivitas sehari-hari maupun olahraga. Ada beberapa yang bisa dikenali sebagai gejala penyakit ini. 

Berikut gejalanya menurut Spesialis Rehabilitasi Medik, dr. Indra Tjahjono, Sp.KFR.

1. Rasa kaku sendi setelah duduk

Gejala pertama ialah rasa kaku sendi setelah duduk atau bangun tidur. "Rasa kaku ini akan menghilang setelah 30 menit. Kalau 5 menit sudah hilang berarti itu bukan gejala osteoartritis," kata Indra Tjahjono. Waspadai gejala ini dan segera periksa ke dokter. 

2. Lutut berbunyi 'krek' saat digerakan

Gejala selanjutnya, saat nyeri coba pegang lutut kalau ada bunyi krek itu juga harus diwaspadai. "Kalau orang sering bilang lututnya olinya habis dan saat digerakan ada bunyi kreknya itu gejalanya. Segera periksa ke dokter," ungkap Indra Tjahjono. 

3. Nyeri lutut saat dipegang

Nyeri lutut memang kerap dirasakan, untuk osteoartritis sendiri nyeri lutut dirasakan saat lutut atau bagian persendian lainnya di pegang. "Kalau lutut dipegang terasa sakit, apalagi nyeri ini harus segera datang ke dokter," ujar Indra Tjahjono. 

4. Bengkak di sendi lutut

Saat terjadi osteoartritis akan muncul cairan yang bukan cairan dari persendian. Cairan inilah akan membuat persendian menjadi bengkak. "Orang kalau sudah kena ostereoartritis pasti sendinya bengkak, apalagi kalau sudah memasuki grade diatas satu pasti ada pembengkakan," jelas Indra Tjahjono. 

5. Sendi lutut bengkok

Gejala osteoartritis juga bisa lihat dari bengkoknya lutut. Kalau masih grade satu bengkok di lutut belum terlalu terlihat. "Bengkok akan terlihat kalau diperiksa pada posisi tidur dan lutut diluruskan kalau osteoartritis pasti kelihatan bengkoknya, apalagi kalau sudah grade empat tangan bisa masuk di sela persendian lutut," jelas Indra Tjahjono. 

Ia menambahakan, untuk osteoartritis ada grade satu sampai empat tergantung dari keparahan penyakit tersebut. "Bila masih di grade awal pengobatan bisa dilakukan lebih maksimal dengan terapi, sebab kalau sudah grade empat tindakan operasi yang biasanya dilakukan," pungkasnya. (pita)



Bagikan artikel ini