Manfaat Batang Buah Nanas untuk Kesehatan

14 May 2019

Bromelain merupakan salah satu enzim pencerna protein yang dapat ditemukan pada batang buah nanas. Bromelain telah bertahun-tahun digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai masalah kesehatan.

Pada studi in vitro dan in vivo, bromelain menunjukkan beragam aktivitas seperti antiedematosa, antitrombotik, dan antiinflamasi. Bromelain dapat diserap baik oleh tubuh tanpa kehilangan efektivitas dari enzim proteolitiknya dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Hingga saat ini, bromelain kerap memberikan manfaat pada berbagai penyakit seperti bronkitis, sinusitis, osteoarthritis, diare, mengurangi rasa sakit pasca operasi, dan penyakit jantung koroner. Penemuan terbaru menunjukkan bahwa bromelain memiliki efek anti kanker.

Berikut ini 5 manfaat batang pisang untuk kesehatan tubuh:

1. Kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular (CVD) meliputi gangguan pembuluh darah dan jantung, penyakit jantung koroner (serangan jantung), penyakit serebrovaskular (stroke), peningkatan tekanan darah (hipertensi), penyakit arteri perifer, penyakit jantung rematik, gagal jantung, dan penyakit jantung bawaan.

Bromelain dapat mencegah atau meminimalkan keparahan dari penyakit jantung koroner. Hal ini dikarenakan aktivitas fibrinolitik yang kuat dari bromelain sehingga dapat memecah plak kolesterol. Selain itu, bromelain merupakan penghambat agregasi trombosit darah, sehingga meminimalkan risiko trombosis dan emboli arteri.

2. Radang Sendi

Osteoartritis adalah bentuk radang sendi yang paling umum ditemukan. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 di USA menunjukkan adanya perbaikan gejala signifikan pada pasien osteoartrits yang mengkonsumsi obat penghilang nyeri bersamaan dengan suplemen bromelain dibandingkan dengan pasien yang hanya mengkonsumsi obat penghilang nyeri saja (natrium diklofenak). Bromelain memiliki sifat analgesik yang dianggap memiliki pengaruh langsung pada mediator nyeri seperti bradikinin.

3. Luka Bakar

Bromelain yang diaplikasikan dalam bentuk krim dapat memberikan manfaat pada jaringan kulit yang rusak dan mempercepat penyembuhan pada luka bakar. Hal ini karena bromelain mengandung escharase. Escharase adalah enzim nonproteolytic dan tidak memiliki aktivitas enzim hidrolitik terhadap substrat protein normal, sehingga dapat membuang lapisan kulit yang rusak dan melestarikan jaringan yang tidak terbakar.

4. Antikanker

Studi terbaru menunjukkan bahwa bromelain memiliki kapasitas untuk memodifikasi jalur utama yang menyebabkan kanker. Nampaknya, aktivitas antikanker bromelain adalah karena dampak langsungnya pada sel-sel kanker dan lingkungan mikro mereka, serta pada modulasi sistem imun, inflamasi, dan hemostatik.

Dalam sebuah percobaan yang dilakukan oleh Beez et al, papilloma kulit tikus yang diinduksi secara kimia diberikan bromelain dan mereka mengamati bahwa bromelain mengurangi pembentukan tumor, volume tumor dan menyebabkan kematian sel apoptosis. Dalam penelitian lain, bromelain dapat mengurangi kapasitas invasif sel glioblastoma dan mengurangi sintesis de novoprotein.

Penyebaran metastasis sel tumor adalah penyebab tingginya angka kematian yang terkait dengan kanker. Setidaknya ada empat peristiwa biologis yang saling terkait yang diperlukan untuk metastasis tumor: angiogenesis, adhesi sel, invasi sel dan proliferasi sel. Aspek menarik dari aktivitas antikanker bromelain adalah efek penghambatannya pada metastasis kanker. Bromelain berpotensi mengganggu perkembangan metastasis tumor pada berbagai titik penting. Bromelain menghambat adhesi protein permukaan sel yang penting dalam adhesi sel, migrasi dan peradangan.

5. Anti Bakteri

Bromelain dapat menangkal diare yang disebabkan oleh toksin dari bakteri Escherichia coli and Vibrio cholerae. Studi In vitro menunjukkan bahwa bromelain memiliki aktivitas anti-helmin sehingga dapat melindungi dari parasit salurna cerna seperti Trichuris muris and Heligmosomoides polygyrus. Bromelain juga memiliki aktivitas anti-fungal.

Bromelain dilaporkan dapat menyembuhkan Pityriasis lichenoides chronica, suatu penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur. Kombinasi antara bromelain dan antibiotic menunjukkan efek yang lebih bermakna dibanding antibioti saja pada pneumonia, bronkitis, infeksi kulit  Staphylococcus, selulitis, pielonefritis, abses rektal dan perirectal, sinusitis, dan infeksi saluran kencing. (yas)



Bagikan artikel ini