Korban Bencana Tsunami Rentan Terjangkit 5 Penyakit Ini

03 Oct 2018
Identifikasi jenazah korban tsunami Palu. (Foto:Liputan6.com)

Belum lama, gempa di Lombok mereda. Jum'at (28/9) lalu, gempa kembali dan memporak tanah Indonesia di daerah Palu dan Donggala. Ada yang selamat, luka-luka, ada juga yang pergi menghadap-Nya. Dari ngopibareng.id, diperoleh informasi bahwa korban meninggal telah mencapai angka 844 jiwa.

Tak ada yang tidak berduka karena peristiwa ini. Selain kehilangan kerabat, keluarga, dan orang-orang tercinta. Korban bencana pun harus tidur di tempat terbuka, kurangnya makanan dan air turut bersih memperparah kondisi mereka.

Tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, tidak dipungkiri bisa membuat para pengungsi terkena berbagai macam gangguan kesehatan. Untuk itu, tak hanya bantuan berupa sandang , pangan, dan papan saja dibutuhkan. Bantuan berupa tenaga dan alat media, serta obat-obatan, turut menjadi sesuatu ysng penting. Sebab, mereka yang mengalami bencana alam yang berkaitan dengan memuncak atau melubernya air bumi secara berlebihan, rentan terkena beberapa penyakit ini:


1. Diare

Diare adalah gangguan pencernaan yang paling rentan dialami oleh korban bencana alam seperti gempa dan tsunami. Mengapa? Sebab bencana alam tersebut membuat daerah yang terkena menjadi minim sumber air bersih.

Penyeban diare adalah konsumsi makanan atau sumber air yang mengandung bakteri maupun virus berbahaya seperti norovirus, salmonella, dan rotavirus. Gejala yang timbul apabila terserang penyakit ini adalah mengalami sakit perut, buang air besar encer lebih dari tiga kali sehari, dan demam. Jika terjadi secara berkelanjutan atau tidak segera diatasi dengan tepat, diare bisa menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan) hingga kematian.

2. Hepatitis A

Kurang bahkan tidak tersedianya air bersih yang diakibatkan oleh tsunami dapat memicu risiko tinggi seseorang terserang hepatitis A. Ditambah, penyakit ini dapat menular dari satu orang ke orang lainnya melalui sumber air yang tercemar feses.

Orang yang mengalami hepatitis A akan mengalami beragam gejala, misalnya merasa letih, badan lemas, nyeri di bagian perut kanan atas, nyeri sendi dan otot, demam ringan, hilang nafsu makan, mual, sakit kepala, sembelit atau diare, juga kulit dan mata menjadi berwarna kuning

3. Meningitis

Meningitis alias radang selaput otak terjadi akibat infeksi bakteri, virus, jamur, maupun protozoa.  Penyakit ini dapat menular melalui kontak jarak dekat, batuk, bersin, atau lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya.

Korban gempa, biasanya akan diamankan dalam satu tempat pengungsian. Kondisi di tempat pengungsian yang kurang terjaga kebeesihannya, serta jarak tempat tidur yang berdekatan, dapat menjadi pemicu tersebarnya penyakit meningitis. Ketika satu pengungsi terjangkit. Ada kemungkinan pengungsi lainnya yang berada di satu tenda atau lokasi pengungsian akan tertular.

Meningitis memberikan gejala awal berupa demam tinggi, yang kemudian diikuti dengan sakit kepala, terasa kaku pada leher, muntah, penurunan kesadaran hingga kejang.

4. ISPA

ISPA alias infeksi saluran pernapasan akut merupakan penyakit yang terjadi akibat adanya infeksi virus maupun bakteri. Salah satu jenis dari ISPA yang paling sering ditemui adalah common cold, yang ditandai dengan gejala batuk dan pilek.

Korban gempa dan tsunami yang berada di pengungsian berisiko tinggi mengalami ISPA, karena penyakit ini bisa menular melalui droplet atau cairan yang dikeluarkan penderita saat batuk atau bersin. Meski terlihat sepele, ISPA yang tidak segera diatasi bisa menyebabkan berbagai komplikasi hingga kematian.

5. Leptospirosis

Ini adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira, dan bisa terjadi akibat adanya paparan langsung pada air kencing tikus. Sumber air atau makanan yang terkontaminasi oleh bakteri tersebut juga bisa menjadi media penyebaran penyakit ini.

Penderita leptospirosis akan mengalami gejala, seperti demam tinggi hingga menggigil, nyeri kepala, nyeri otot di daerah betis, sakit tenggorok disertai batuk kering, mata merah dan kulit menguning, mual, muntah-muntah, serta diare.




Bagikan artikel ini