Ketahui Dampak Es Kopi Susu Terhadap Tubuh dan Kulit

Es kopi susu jadi salah satu minuman kekinian. Apakah Anda salah satu penggemar es kopi susu? Jika betul, sebelum meneruskan hobi yang nikmat ini, ada baiknya kita mengetahui efek negatif es kopi susu pada kulit dan tubuh.

Kopi banyak dijadikan sebagai kandungan skin care karena mengandung polifenol yang berguna untuk antioksidan dan mengurangi flek hitam pada kulit. Namun, bila terlalu banyak mengkonsumsinya bisa menimbulkan masalah.

"Meminum kopi terlalu banyak dapat membuat dehidrasi dan hilangnya kolagen yang menyebabkan jerawat, kemerahan, hingga keriput. Itu disebabkan karena antioksidan yang menumpuk dan tidak terserap oleh tubuh,” jelas dr. Refla Syarif SpKK.

Itu baru dari kandungan kopi saja. Lalu bagaimana dengan es kopi susu yang selain mengandung kopi juga biasanya mengandung susu, gula (gula pasir atau gula aren) dan biasanya ditambah krimer juga?

Sebuah penelitian British Journal of Dermatology 2007 membuktikan bahwa kadar gula pada darah dapat membuat kulit cepat tua. “Intinya gula bisa mempercepat proses penuaan kulit melalui proses glycation. Bisa menyebabkan lingkar hitam bawah mata, kerutan, kulit kendur, dan dehidrasi kulit,” beber Refla Syarif.

Sedangkan susu bisa memperparah kondisi jerawat. Susu mengandung zat pro-inflamasi yang bisa menyebabkan munculnya jerawat dan rosacea.

“Jadi susu harus dikurangi bagi mereka yang berjerawat. Karena ada hormon yang bisa memicu reseptor perangsang produksi di kelenjar minyak. Sifatnya comedogenic pada orang berjerawat. Jadi produksi minyak bertambah, sementara sel kulitnya menyumbat, ini semakin menyebabkan komedo,” beberapa Refla Syarif.

Selain berdampak pada kulit, hobi konsumsi kopi susu juga sebenarnya memberi dampak negatif berlipat pada tubuh. Kopi, misalnya, bisa meningkatkan produksi asam lambung jika dikonsumsi berlebihan. Selain itu, kopi juga bisa menyebabkan palpitasi atau denyut jantung yang meningkat.

Rafla Syarif memberi saran mengenai konsumsi es kopi susu ini. “Untuk minum kopi susu dengan aren, susu, atau creamer sebaiknya tidak rutin dan tidak berlebihan dikonsumsi. Alternatif aren bisa diganti sweetener non kalori, susu dengan susu low fat, tidak pakai creamer lagi karena sudah ada susu,” jelas dia.

Supaya konsumsi kopi susu tidak berlebihan, Anda bisa membatasinya dengan cukup meminum dua cangkir kopi susu sehari. (yas)



Bagikan artikel ini