Kenali Tiga Jenis Angin Duduk

14 Sep 2018
Ilustrasi:faktakah.com

Pernahkah Anda mendengar istilah angin duduk? Di Indonesia, beberapa masyarakat mempercayai bahwa angin duduk adalah salah satu penyakit yang dapat menyerang dan membuat penderitanya kehilangan nyawa secara mendadak.

Dalam medis, angin duduk disebut sebagai angina. Hal ini tidak dikategorikan sebagai penyakit. Bukan juga kondisi yang disebabkan karena masuk angin, atau karena terlalu banyak beraktifitas di luar ruangan pada malam hari.

Angin duduk atau angina merupakan sebuah gejala yang berkaitan dengan penyakit jantung.

Dilansir dari alodokter.com, angin duduk adalah situasi dimana pembuluh koroner mengalami penyempitan. Penyempitan tersebut mengakibatkan terganggunya pasokan darah ke otot-otot jantung. Serangan angina, kerap kali terjadi secara tiba-tiba. 

Berdasarkan hal-hal yang dapat memicu penyempitan pembuluh koroner, angin duduk dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Angin duduk stabil. Situasi ini dipicu oleh aktivitas fisik (misalnya olahraga). Ketika seseorang melakukan olahraga, jantungnya akan membutuhkan lebih banyak asupan darah. Asupan tersebut tidak akan tercukupi jika pembuluh koroner mengalami penyumbatan atau penyempitan. Selain itu, serangan angin duduk stabil juga dapat dipicu oleh beberapa hal lainnya, seperti merokok, stres, makan berlebihan, dan udara dingin.

2. Angin duduk tidak stabil. Kondisi ini dapat dipicu oleh timbunan lemak atau pembekuan darah yang mengurangi atau menghalangi aliran darah menuju jantung. Tidak seperti angin duduk stabil, nyeri akibat angin duduk tidak stabil akan tetap ada walau penderita sudah berisitirahat dan mengonsumsi obat.  Jika dibiarkan, serangan angin duduk tidak stabil, bisa berkembang menjadi serangan jantung.

3. Angin duduk varian (angin duduk Prinzmetal). Dalam kasus ini arteri jantung menyempit sementara akibat spasme. Angin duduk jenis ini, memungkinkan terjadi kapan saja, bahkan ketika seseorang sedang beristirahat. Gejalanya seringkali parah. Penyempitan sementara pada arteri menyebabkan pasokan darah ke jantung menurun dan timbulah rasa sakit. Meskipun begitu, gejala angin duduk varian bisa diredakan dengan obat-obatan.(tis)



Bagikan artikel ini