Kenali Penyakit Gangguan Jiwa Berat Skizofrenia

26 Mar 2019

Pernahkah Anda mendengar orang sakit jiwa atau biasanya disebut gila? Mereka yang menderita penyakit ini cenderung aneh dan tak bisa diajak berkomunikasi. Sebenarnya apa itu penyakit gila dan penyebabnya?

Ahli kejiwaan (psikiater) dr. Utari Diah Kusumawardhani, SpKJ mengungkap,  penyakit gila berat atau Skizofrenia merupakan gangguan seseorang dalam menilai realita atau istilah medisnya gangguan sikotik. 

"Jiwa itu ada dua ada sikotik dan non sikotik. Sikotik itu adanya gangguan dalam menilai realita. Jadi sudah tidak realistis lagi cara berpikirnya, skizofrenia termasuk gangguan sikotik tersebut," ungkap ahli Kejiwaan RSUD Dr. Soetomo ini.

 

Jenis Skizofrenia

Skizofrenia memiliki berbagai macam jenis yakni Skizofrenia Paranoid. Kondisi ini membuat pengidapnya akan dilanda rasa kecemasan yang luar biasa dimana pun dia berada. 

"Misalnya ada orang disekelilinya dia akan merasa orang itu membicarakanya atau ingin berniat buruk padanya. Padahal tidak sama sekali, jadi cemas dan takut luar biasa," kata Utari.

Selanjutnya, Skizofrenia Hepafrenik dimana biasanya orang akan memiliki pikiran dan perilaku yang sangat kacau misalnya suka tertawa atau berbicara sendiri. 

Sementara Skizofrenia Simplex ialah orang sakit jiwa yang ditelantarkan. "Seperti orang gila yang dijalan-jalan, suka buka baju dan lain sebagianya," kata Utari.

Gejala skizofrenia

Gejala skizofrenia pada dasarnya bervariasi berdasarkan jenis dan tingkat keparahannya. Meski begitu, menurut Utari, ada dua gejala yang khas, yakni halusinasi dan delusi (wahap).

Penderita skizofrenia kerap mengalami halusinasi. Hal itu bisa berupa bisikan,  mendengar suara-suara teriakan, mencium bau-bau yang aneh, atau seolah melihat sesuatu hal padahal tidak ada. 

"Jadi semua indra bisa berhalusinasi,  bisa juga seperti ada yang memegang tubuhnya padahal tidak ada,  jadi dia curiga dengan orang sekitarnya," terang Utari.

Delusi atau Wahap menurut Utari ialah sebuah keyakinan pada dirinya yang dipercaya dan tak terbantahkan. "Seperti dia merasa bahwa titisan Nyi Roro Kidul atau temen dari Presiden Amerika. Itu yang menjadi keyakinannya," sambung dia.

 

Pengobatan

Pengobatan skizofrenia paling baik memang dilakukan sedini mungkin. "Jadi kita bisa berikan obat-obat anti sikotik, ada macam-macam jenisnya yang sifatnya memang individual tergantung jenis skizofrenianya," kata Utari.

Dia juga menambahkan selain obat, ada pula terapi-terapi yang dilakukan untuk merangsang kembali pikiranya yang terganggu. Seperti terapi okupasi dengan memberikan pekerjaan yang mereka senangi seperti bernyanyi, menari atau menjahit. 

"Bila pengobatan ini dilakukan dengan baik dan obat diminum secara teratur. Sudah banyak yang membuktikan bisa sembuh dan kembali beraktivitas," pungkasnya.

Bila Anda menemukan orang atau kerabat dengan gejala seperti di atas dalam kurun waktu satu bulan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan pengobatan. (pita) 

 



Bagikan artikel ini