Kenali Penyakit Gangguan Jiwa Berat Skizofrenia

03 Jan 2019

Pernahkah anda mendengar orang sakit jiwa atau biasanya disebut gila? Mereka yang menderita penyakit ini cenderung aneh dan tak bisa diajak berkomunikasi. Sebenarnya apa itu penyakit gila dan apa yang menyebabkan itu terjadi?

Ahli kejiwaan (psikiater) dr. Utari Diah Kusumawardhani, SpKJ mengungkap,  penyakit gila berat atau Skizofrenia merupakan gangguan seseorang dalam menilai realita atau istilah medisnya gangguan sikotik. 

"Jiwa itu ada dua ada sikotik dan non sikotik. Sikotik itu adanya gangguan dalam menilai realita. Jadi sudah tidak realistis lagi cara berpikirnya, skizofrenia termasuk gangguan sikotik tersebut," ungkap ahli Kejiwaan RSUD Dr. Soetomo ini.

Jenis Skizofrenia

Skizofrenia memiliki berbagai macam jenis yakni Skizofrenia Paranoid. Kondisi ini membuat pengidapnya akan dilanda rasa kecemasan yang luar biasa dimana pun dia berada. 

"Misalnya ada orang disekelilinya dia akan merasa orang itu membicarakanya atau ingin berniat buruk padanya. Padahal tidak sama sekali, jadi cemas dan takut luar biasa," kata Utari.

Selanjutnya, Skizofrenia Hepafrenik dimana biasanya orang akan memiliki pikiran dan perilaku yang sangat kacau misalnya suka tertawa atau berbicara sendiri. 

Sementara Skizofrenia Simplex ialah orang sakit jiwa yang ditelantarkan. "Seperti orang gila yang dijalan-jalan, suka buka baju dan lain sebagianya," kata Utari. (pts)

Tanda dan Gejala:

 

Gejala skizofrenia pada dasarnya bervariasi berdasarkan jenis dan tingkat keparahannya. Meski begitu, menurut dr. Utari Diah ada dua gejala yang khas, yakni:

 

 

1. Halusinasi

 

Penderita skizofrenia yang sering mengalami halusinasi. Halusinasinya bisa berupa bisikan,  mendengar suara-suara teriakan, mencium bau-bau yang aneh atau seolah melihat sesuatu hal padahal tidak ada. 

 

"Jadi semua indra bisa berhalusinasi,  bisa juga seperti ada yang memegang tubuhnya padahal tidak ada,  jadi dia curiga dengan orang sekitarnya."Terangnya

 

 

2. Delusi atau Wahap

 

"Yaitu sebuah keyakinan pada dirinya yang ia percaya dan tak terbantahkan,  seperti dia merasa bahwa ia titisan nyi roro kidul atau temen dari presiden Amerika misalnya dan itu menjadi keyakinannya."Jelas Utari Diah

 

 

Maka dari itu,  lanjut dr.Utari Diah penderita skizofrenia biasanya dianggap aneh karena pikiran dan ketakinannya yang kacau tak tidak masuk akal. 

 

 

Pada umumnya gejala berat skizofrenia ialah  hilangnya kualitas hidup dan kemunduran diri.  Seseorang yang setiap harinya beraktivitas seperti bekerja atau sekolah, jika terkena skizofrenia sudah tidak bisa melakukan karena gangguan yang dialami. 

 

 

Pengobatan.

 

 

Pengobatan skizofrenia, kata dr. Utari Diah paling baik memang dilakukan sedini mungkin.  Pengobatan skizofrenia sedini mungkin akan membantu mengontrol gejalanya. 

 

"Jadi kita bisa berikan obat-obat anti sikotik, ada macam-macam jenisnya yang sifatnya memang individual tergantung jenis skizofrenianya."Tambah Utari Diah

 

 

dr.Utari Diah juga menambahkan selain obat adapula terapi-terapi yang dilakukan untuk merangsang kembali pikiranya yang terganggu. Seperti terapi okupasi dengan memberikan pekerjaan yang mereka senangi seperti bernyanyi,  menari ataupun menjahit. 

 

 

"Bila pengobatan ini dilakukan dengan baik dan obat diminum secara teratur. Sudah banyak yang membuktikan bisa sembuh dan kembali beraktivitas."Pungkasnya

 

 

 

Untuk diketahui,  bila Anda menemukan orang disekitar Anda dengan gejala dan tanda seperti diatas dalam kurun waktu satu bulan. dr. Utari Diah menghimbau,  untuk segera membawanya berkonsultasi demi mendapatkan pengobatan yang berkelanjutan. 

 



Bagikan artikel ini