Kenali PCOS, Kelainan Hormon yang Diderita Fitri Tropica

16 Jun 2019

Fitri Tropica tengah berbahagia. Ia tengah berbadan dua setelah 5 tahun menikah dengan Irvan Hanafi pada 2014. Seperti diketahui, Fitrop sapaannya sempat melalui proses pengobatan panjang. Setelah berhasil menyembuhkan tuberculosis (TB) kelenjar yang dideritanya, Fitrop sempat didiagnosa mengalami polycystic ovary syndrome (PCOS). Ini merupakan masalah kesehatan yang jadi salah satu penghambat Fitrop tak juga berbadan dua.

Mulanya, Fitri Tropica mengaku siklus menstruasinya sangat tidak teratur. Tetapi, ia tidak pernah berpikir bahwa itu tanda PCOS. Namun setelah menjalani banyak terapi, Fitrop akhirnya positif hamil.

Kabar bahagia itu tak henti-hentinya ia unggah dalam akunnya di Instagram. Fitrop juga berbagi cerita tentang proses panjang yang dijalani untuk mengatasi masalah PCOS yang dialaminya.

View this post on Instagram

Ini adalah cerita aku dan Toge sampe akhirnya debathyl nyempil di antara kami. . Dari dulu ga pernah tau penyebab siklus bulanan aku acak2an tu knp (bisa dapetnya 3 bulan sekali, sekalinya dapet bisa sampai 20 hari) Beberapa kali sempet periksa bbrp obgyn selalu came up dgn jawaban “normal kok, gak ada kista miom atau pun polip” Kalo normal tapi kenapa siklusnya bisa ngaco? . MEI 2018 baca highlightnya @mestyariotedjo tentang PCOS dan.. DEG! “Kok gejalanya sama ky gw ya” Akhirnya mulai ngobrol dan tercetuslah nama dr @tommygpratama yg memang mendalami PCOS ini. Akhirnya bertekad utk ngebenerin si PCOS ini krn aku mikir “selama ada yg salah di badan aku klo pun aku mau promil atau IVF pun nanti, takutnya hasilnya pun gak akan sesuai harapan”. Jadi fokus sembuhin PCOS dulu aja. . Dec 2018 krn kesibukan shooting dll akhirnya baru sempat dateng ke dr @tommygpratama dan berdasar hasil lab dll ketauan lah klo aku ada PCOS genetik turunan dr mamah, krn mamah pun dulu begitu. Dan pengobatan pun dimulai dgn cara merapikan siklus bulanan. Dikasih obat agar mens, dan penyubur yang diminum di hari ke 3 saat dtg bulan. . Jan 2019: Berdasar DM bertubi-tubi akhirnya aku beli dan rutin pake PPP dari @indo.oil (bukan endorse! Beneran beli sendiri). Aku pke setetes di nadi terus aku gosok belakang kuping (ky pake parfum) dan 1 tetes di bawah puser tiap mau tidur. . Feb 2019: Ikut tantangan dr @reinorambey untuk tidur cepet di bawah jam 10 krn fungsi liver bekerja maks jam 10-2 malam. Berat, tapi aku coba jalanin 2 mingguan. . Maret 2019: Sempet worried PCOSnya kambuh, setelah siklusnya rapi dari Jan di bawah pengawasan dan treatment dr @tommygpratama kok siklusnya telat bulan ini? Padahal obat rutin minum, Akhirnya berkat saran dr @tommygpratama aku pun memberanikan untuk testpack, Garis 2 itu pun Alhamdulillah muncul. #MasyaAllah #Tabarakallah . Kurleb itu rangkuman singkatnya semoga infonya bisa membantu #pcosfighter lainnya yg mungkin berjuang lebih lama dr aku. Insya Allah nanti aku share lebih detailnya lagi di stories dan vlog ya. Semoga sharing ini bermanfaat. Dan semoga temen2 yg sedang menunggu kehadiran buah hati disegerakan diberikan Amanah oleh Allah SWT. Aamiin.

A post shared by Fitrop Fitrop (@fitrop) on

Seperti dilansir dari Mayo Clinic, PCOS sederhananya ialah kelainan hormon yang umum terjadi pada wanita usia reproduksi. Wanita dengan PCOS mungkin memiliki periode menstruasi yang jarang atau berkepanjangan atau kelebihan kadar hormon pria (androgen). 

Ovarium dapat mengembangkan banyak kumpulan kecil cairan (folikel) dan gagal melepaskan telur secara teratur. Penyebab pasti PCOS masih belum diketahui. Namun ada beberapa faktor yang berperan seperti salah satunya kelebihan insulin.

Jika sel-sel menjadi resisten terhadap insulin, maka kadar gula darah dapat naik dan tubuh Anda mungkin menghasilkan lebih banyak insulin. Kelebihan insulin dapat meningkatkan produksi androgen, menyebabkan kesulitan dengan ovulasi.
Faktor lainnya yang juga berpengaruh ialah peradangan. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan produksi zat sel darah putih untuk melawan infeksi. 

Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita dengan PCOS memiliki jenis peradangan tingkat rendah yang merangsang ovarium polikistik untuk menghasilkan androgen, yang dapat menyebabkan masalah jantung dan pembuluh darah.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa gen tertentu juga memiliki kemungkinan terkait dengan PCOS. Beberapa gejala yang barus dicurigai ialah siklus menstruasi yang jarang, tidak teratur atau berkepanjangan. Di samping itu, ovarium juga mungkin membesar dan mengandung folikel yang mengelilingi telur. Akibatnya, ovarium mungkin gagal berfungsi secara teratur. (yas)



Bagikan artikel ini