Kenali Cangkok Kornea dan penyebabnya

06 Dec 2018
Ilustrasi.

Transplantasi atau cangkok kornea merupakan prosedur bedah penggantian kornea yang rusak atau tidak berfungsi dengan kornea baru (donor). Ini merupakan cara efektif untuk mengembalikan pengelihatan. Contoh kasus ini pernah menimpa penyidik KPK Novel Baswedan. Kornea matanya terkena siraman air keras oleh orang tak dikenal seusai salat subuh, pada 11 Maret 2017 lalu. 

Ada beberaoa jenis prosedur transplantasi korea. Teknis standar adalah Penetratif Keratoplasti (PK) dengan ketebalan penuh. "Kornea yang rusak atau berkabut diangkat dan diganti kornea sehat dan jernih," jelas dr. Dini dharmawidiarini dari Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya (RSMU).

Selain prosedur standar, transplantasi kornea terbaru dengan teknologi canggih disebut Lamellar Keratoplasti (LK). Teknik ini mulai menggantikan bedah PK, dimana hanya bagian kornea yang rusak diangkat dan diganti, dengan mempertahankan jaringan kornea sehat.

"Kornea itu punya 5 lapisan, lapisan yang rusak atau keruh saja yang diganti.  Tapi dengan catatan saraf mata orang tersebut masih baik, kalau tidak ya tidak bisa," terang dokter dengan sub spesialis bedah kornea ini.

Dini menuturkan bahwa kornea yang digunakan untuk cangkok kornea, diperoleh dari donor kornea seseorang yang sudah meninggal. "Dengan sukarela menyumbangkan korneanya, untuk orang yang membutuhkan tapi, dengan cacatan kondisi kornea masih baik," ujarnya.

Setelah operasi, lanjut Dini, pasien harus rajin untuk memeriksakan kondisi matanya ke dokter dan tekun meminum obat-obatan yang di anjurkan dokter sesuai dosisis yang dibutuhkan. 

"Pengobatan setelah operasi memang panjang, dari mulai minum obat-obatan yang dosinya lumayan tinggi dan harus rajin kontrol ke dokter mata, dan dalam perawatanya selama beberapa bulan mata tidak boleh terkena air dan mengkucek matanya," terangnya.

Kontrol dokter menjadi faktor penting karena dalam perjalanannya bisa saja mengalami gangguan atau lepas jahitan pasca operasi. "Ada beberapa kasus terkadang jahitannya lepas atau terlalu terlalu rapat itu kita harus perbaiki," imbuhnya.

Meski demikian, cangkok kornea tidak semuanya berhasil. Faktor penyakit bawaan atau diabetes juga bisa mempengaruhi ketidak berhasilannya. (pts)

 



Bagikan artikel ini