Jenis-jenis Obat yang Tidak Membatalkan Puasa

13 May 2019
Ilustrasi (Foto: google)

Semua umat muslim tentu ingin menunaikan ibadah puasa Ramadhan dengan sebaik-baiknya, termasuk orang yang sedang sakit. Biasanya kekhawatiran orang yang sedang sakit adalah penggunaan obat dapat membatalkan puasa. Oleh karena itu, dr. Puspita Dyah Ardyani memberikan penjelasan beberapa obat yang tidak membatalkan puasa. 

Berikut contoh obat dan penggunaanya yang tidak membatalkan puasa:

1. Obat yang diabsorbsi melalui kulit

Maksudnya adalah obat-obat yang diserap melalui kulit seperti obat oles, salep, gel maupun plaster. Obat-obat seperti ini tidak akan membatalkan puasa. 

2. Obat yang diselipkan di bawah lidah

Ada beberapa obat yang dimasukkan ke dalam tubuh lewat bawah lidah sebagai contoh nitrogliserin untuk penyakit angin duduk (angina pektoris). Pemakaian obat jenis ini disebut tidak membatalkan puasa.

3. Obat suntik melalui kulit, sendi, otot, dan vena

Obat yang dimasukan dengan cara disuntik lewat otot, sendi maupun vena juga tidak membatalkan puasa. Kecuali, bila obat yang disuntikan adalah nutrisi atau vitamin untuk tubuh itu dapat membatalkan puasa. 

4.Obat tetes mata dan telinga

Penggunaan obat tetes mata mata dan telinga tidak membatalkan puasa jika saat menggunakannya tekan sisi ujung hidung agar obat tak sampai ke tenggorakan.

5. Obat kumur sejauh tak tertelan

Bau mulut memang kerap menjadi masalah saat puasa, untuk itu obat kumur banyak dipilih untuk mengatasinya. Sejauh tak tertelan obat kumur boleh digunakan saat puasa. 

6. Obat asma (inhaler) 

Inhaler biasanya digunakan oleh penderita asma untuk meredakan gejala dengan cara disemprotkan langsung ke dalam saluran napas lewat mulut menurut ahli hal ini tidak membatalkan puasa.

7. Pemberian oksigen dan anastesi

Bagi seseorang yang kesulitan bernafas atau akan menjalankan operasi akan diberikan oksigen dan anastesi untuk proses operasi. Obat jenis ini dianggap tidak membatalkan puasa. 

8. Obat melalui vagina

Beberapa obat untuk kondisi tertentu kadang  diberikan melalui saluran vagina. Obat jenis ini juga dianggap tak membatalkan puasa. (pita)



Bagikan artikel ini