Influenza dan Salesma, Serupa Tapi Tak Sama

14 Sep 2018
Demam akibat influenza. Foto: UW Health

Influenza dan common cold atau salesma adalah penyakit yang sama-sama disebabkan oleh virus dan menyerang saluran pernapasan atas. Di keseharian, kita biasa menyebutnya dengan flu, tanpa membeda-bedakan. Sebab keduanya memang serupa tapi tak sama. Namun, antara flu dan salesma  sebenarnya ada perbedaan.

Dengan mengetahui perbedaannya tentu akan dapat membantu kita untuk menghindari virusnya dan mengobati apabila sudah terlanjur kena.

Gejala-gejala awal seseorang tertular influenza, atau yang lebih dikenal dengan flu adalah badan meriang dan menggigil, merasa kelelahan, timbul rasa nyeri di otot, dan sesak di dada. 

Selanjutnya, para penderita flu akan mengalami demam hingga 38 derajat celcius dan merasa lemah. Gejala lain yang menyertainya, yaitu batuk, muka memerah, dan hidung tersumbat. 

Di sisi lain, penderita salesma juga akan merasakan kesakitan dan demam, namun tidak akan separah yang dirasakan penderita flu, seperti diungkapkan oleh E.Neil Scachter, penulis buku The Good Doctor’s Guide to Cold and Flu. 

Gejala utama salesma berada di bagian kepala. Selanjutnya akan diiringi dengan hidung meler, batuk, mata berair, sakit tenggorokan dan bersin.

Selain itu, salesama atau common cold adalah penyakit yang bisa disebabkan oleh lebih dari 200 jenis virus. Tetapi, yang paling sering menyerang adalah rhinovirus, coronavirus, dan  RSV (respiratory syncytial virus). 

Berbeda dengan flu yang penyebabnya adalah virus RNA dari familia Orthomyxoviridae (virus influenza) dan  dinamakan dalam  golongan sterotipe tertentu seperti H1N1, H3N2, H5N1, dan sebagiannya. Yang paling terkenal adalah virus Influenza A H1N1.

Tak hanya memiliki gejala yang berbeda, dan ditimbulkan dari virus yang berbeda. Pengobatan untuk mereka yang menderita flu atau salesma, juga pastilah berbeda.  Penderita salesma, dapat sembuh dengan perawatan suportif dan simtomatik saja, karena dapat sembuh dengan sendirinya (self limitin disease).

Sedangkan untuk penderita flu, dibutuhkan terapi antivirus tertentu yang memungkinkan perawatan di rumah sakit. Sebab, flu memiliki gejala yang lebih berat ketimbang salesma. Terlebih, influenza dapat menimbulkan komplikasi seperti pneumonia, atau  terinfeksi oleh bakteri (infeksi sekunder).

Kendati demikian, kita bisa menghindar dari keduanya dengan langkah yang sama, yakni menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hal ini dikarenakan, virus-virus yang dapat menimbulkan penyakit dapat tersebar dari kurangnya perhatian pada kebersihan. Menjaga kebersihan, tentu dapat mengurangi penyebarannya. (tis)



Bagikan artikel ini