Infeksi Saluran Kencing pada Anak-anak, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

13 May 2019
Ilustrasi (Foto: google)

Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga rentan terkena Infeksi Saluran Kencing (ISK). Menurut dokter spesialis urologi, dr. Wisnu Laksmana,Sp.U dari Manyar Medicle Center, anak laki-laki lebih berpotensi mengalami ISK daripada anak perempuan, 

"Anak laki-laki saat kecil memang lebih berpotensi terkena ISK. Biasanya ini terjadi karena orangtua kurang  peduli saat memandikan anaknya dengan tidak membuka kulit kepala kemaluannya yang masih menempel untuk dibersihkan. Bila tidak dibersihkan kotoran inilah yang akan menyumbat saluran kencing," ungkap Wisnu

Kalau untuk anak perempuan, ujar Wisnu Laksmana saat masih kecil hanya tinggal dibilas saja organ kemaluannya itu sudah bersih. 

Penyebab ISK

Beberapa faktor dapat menjadi penyebab ISK pada anak-anak antara lain, kelainan Fimosis (kondisi di mana kulup atau kulit yang menutupi kepala penis tidak bisa ditarik ke belakang), adanya infeksi di saluran kemih, batu kencing, atau penyumbatan di saluran kemih. 

"Gejala yang paling khas saat seorang anak mengalami ISK adalah demam secara berulang tanpa sebab yang jelas. Deman pada ISK tidak seperti deman saat terkena types atau DB, hanya deman saja tapi secara berulang dan tanpa sebab yang jelas. Itu patut diwaspadai," terang Wisnu. 

Selain itu, kata Wisnu, gejala lain yang muncul ialah susah naik berat badan. "Karena saat terjadi infeksi akan terjadi pula inflamasi atau peradangan yang sangat mengganngu metabolisme tubuh anak, sehingga menyebabkan berat badan anak akan sulit mengalami kenaikan," jelas Wisnu. 

Pencegahan ISK

Menurut Wisnu, pencegahan dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan organ kemaluan anak sedini mungkin.

"Kalau laki-laki yang harus dibuka ujung kulit kepalanya agar kotoran dapat dibersihkan dan tidak terlalu menempel,  untuk perempuan dibersihkan dari depan kebelakang dengan searah jangan dari depan ke belakang lalu kembali lagi, nanti kotoran yang ada ke belakang akan terbawa ke depan," Wisnu menjelaskan. 

Pengobatan

Pengobatan ISK harus diketahui dulu penyebabnya. Kalau penyebabnya Fimosis, menurut Wisnu, obatnya di khitan. Jika penyebabnya faktor anatomis harus dicari tahu betul infeksinya berada di mana.

"Jadi harus diketahui secara pasti apa penyebabnya lalu apa pengobatan yang tepat. Merubah mainseat bahwa tidak semua penyakit dapat teratasi dengan obat," jelasnya.

Wisnu menambahkan, saat dewasa keadaan akan berbalik bahwa perempuan akan lebih rentan terkena ISK dibandingkan laki-laki. Sebab, saat dewasa laki-laki sudah disunat sehingga tidak lagi kotoran yang menumpuk. 

"Sedangkan untuk wanita karena lubang kencing berdekatan dengan jalan lahir, dimana sesuai dengan pertumbuhan usia akan lebih banyak kuman yang muncul. Maka,  wanita dewasa lebih rentan terkena ISK. Untuk itu menjaga kebersihan harus di utamakan," pungkasnya. (pita)



Bagikan artikel ini