Hindari MERS, Jemaah Haji Masih Dilarang Selfie dengan Unta

Dari tahun ke tahun, salah satu penyakit yang dikhawatirkan menular ke jemaah haji Indonesia adalah MERS, atau sindrom pernapasan Timur Tengah adalah infeksi virus pada paru-paru.

Penyakit ini pertama kali teridentifikasi di Arab pada 2012, menjangkiti ribuan orang dengan tingkat kematian 36 persen. Gejalanya adalah demam, batuk, mual, muntah, diare, pneumonia, nyeri dada, gagal pernapasan, hingga luka pada organ ginjal. Paling rentan terjangkit adalah jemaah lansia dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, pengidap diabetes, atau penyakit paru.

Untuk menghindari penyakit ini, tahun ini para jemaah juga dilarang dekat-dekat dengan unta, apalagi sampai selfie. "Sebaiknya jangan, karena kita takut ada penularan," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Yusuf Singka, dalam acara pembekalan petugas haji di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, belum lama ini.

Unta disinyalir sebagai salah satu penular MERS. Selain itu, jemaah juga dilarang mengonsumsi produk dari hewan ini, seperti daging dan susunya. "Kenapa kita bilang unta, karena kegiatan umrah dan haji banyak hubungannya dengan wisata ke tempat-tempat itu," kata Eka.

Jemaah haji Indonesia berjumlah 231 ribu orang akan berangkat bertahap ke tanah suci mulai awal Juli mendatang. Sementara pemulangan akan dilakukan hingga September 2019.

Walau masih sekitar dua bulan, namun Eka menyarankan agar dari sekarang para jemaah mulai menjaga kesehatan. Jemaah diimbau untuk melakukan olahraga rutin, minimal jalan kaki 30 menit, dan banyak minum air.

"Kalau dia hyper-kolesterol, ya jangan banyak makan rendang, daging. Minum sering-sering, dua liter sehari minimal," pesan Eka. (yas)



Bagikan artikel ini