Kelainan Refraksi Mata Spesialis dr. Farida Moenir, Sp.M (K) di RSMU

dr. Farida Moenir, Sp.M (K) saat ditemui di ruangannya di RSMU Surabaya. (Foto: Pita/sapadokter.com)

Sebagian orang pernah mengalami beberapa masalah pada mata, salah satunya kelainan refraksi mata. Hal itu merupakan gangguan umum pada penglihatan, yakni kondisi di mana cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat difokuskan dengan jelas. Hal ini membuat bayangan benda terlihat buram atau tidak tajam.

Ada beberapa kondisi kelainan refraksi mata yang perlu Anda ketahui, beberapa diantaranya adalah miopa, hipermetropia, astigmatisma, dan presbiopia. Penyebabnya bisa karena panjang bola mata terlalu panjang atau bahkan terlalu pendek, perubahan bentuk kornea, penuaan lensa mata, dan gangguan kesehatan lainnya.

Namun, masalah tersebut bisa diatasi oleh dr. Farida Moenir, Sp.M (K). Sejak bergabung dengan Rumah Sakit Mata Undaan (RSMU) pada 1998, sudah ribuan kasus mata yang ia tanggani sepanjang kariernya sebagai dokter mata. 

Dokter dengan sub spesialis bedah refraksi di RSMU ini sudah banyak pengalaman  diimbangi dengan pendidikan yang mumpuni. Setelah lulus dari Fakultas Kesehatan Unair pada 1983, Farida melanjutkan pendidikan Dokter Inpres di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama dua setengah tahun. Dilanjutkan dengan Dokter Spesialis Mata selama empat setengah tahun.

Setelah bergabung di RSMU, Farida terus mengali ilmu dengan mengambil program Fellowship Glaukoma di Jakarta Eye Center. Berbekal ilmu tersebut, Farida mengabdikan ilmunya hingga menjadi salah satu dokter senior di RSMU. 

"Di RSMU sekarang saya di divisi kornea dan bedah refraksi. Sekarang lebih banyak ke bedah refraktifnya seperti operasi katarak dengan lensa premiun (lensa yang mempunyai tiga fungsi dalam satu lensa)  atau operasi lasik," ujar Farida.

Dokter yang memiliki hobi menjahit dan menyulam ini, menggangap profesi yang ia lakoni sekarang ini merupakan penyaluran dari hobinya sejak kecil. "Dari dulu memang suka jahit, sulam, sekarang jadi dokter mata divisi bedah refraksi jadi tersalurkan hobinya sampai saat ini," ceritanya.

Sebelum melaksanakan operasi mata, Farida mempunyai 'ritual khusus' yang harus dilakukan bersama pasiennya, yaitu berdoa untuk meminta kelancaran kepada Tuhan.

"Manusia itu dikendalikan oleh Tuhan, maka dari itu saya selalu bilang sebelum operasi untuk berdoa, baik saya maupun pasiennya sama-sama berdoa," ungkapnya.

Dalam merawat pasiennya pun Farida selalu melibatkan keluarga pasien agar edukasi yang ia sampaikan dapat dimengerti seluruh anggota keluarganya. 

"Kebanyakan pasien katarak kan sudah usia tua, jadi harus melibatkan keluarganya juga agar keluarganya juga mengerti kondisi keluargannya," terangnya.

Bagi Anda yang ingin berkonsultasi dengan dr. Farida Moenir, Sp.M (K) mengenai kesehatan mata, khusunya katarak, silahkan datang langsung ke RSMU yang berlokasi di Jalan Undaan Kulon 17-19 Surabaya. (pita)



Bagikan artikel ini