Dr. Lydia Nuradianti, SpM: Saya Senang Kalau Pasien Glaukoma Penglihatannya Membaik

20 Apr 2019
Dr. Lidya Nuradianti saat menjelaskan bagian mata pada salah satu pasiennya. (Foto: Pita/Sapadokter.com)

Glaukoma merupakan salah satu penyakit mata yang tidak dapat dicegah. Pengobatannya pun hanya untuk menjaga kondisi mata agar tidak semakin parah  ke depannya. Maka dari itu pemeriksaan sedini mungkin dengan screening menjadi penting untuk dilakukan. 

Alasan inilah yang menarik perhatian dokter spesialis glaukoma dari Rumah Sakit Mata Undaan (RSMU) Surabaya, Dr. Lydia Nuradianti, SpM. Ia sudah menggeluti bidang ini selama tujuh tahun belakangan. 

Berawal dari ketertarikannya dengan dunia bedah. Dokter yang mulai bergabung dengan RSMU sejak 2010 ini, memilih menjadi dokter spesialis mata.

"Dulu waktu masih dokter muda kan membelajari banyak hal, ternyata saya lebih suka yang ada tindakan bedahnya. Pilih mata karena ada juga tindakan pembedahannya," ungkapnya Lydia. 

Setelah bergabung dengan RSMU, Lydia mengambil Fellowship Glaukoma di PNM RS Mata Cicendo Bandung, pada 2013 silam. Selama enam bulan mempelajari glaukoma, ia juga mengambil program untuk katarak di Bandung Eye Center. 

"Setelah bergabung di RSMU, saya difasilitasi untuk mengambil program glaukoma di Cicedo, Bandung. Waktu itu saya juga sekolah untuk katarak di Bandung Eye Center. Jadi saya belajar dua program waktu itu," ujar Lydia saat ditemui sapadokter.com di ruangannya. 

Tak puas dengan dua ilmu baru itu, alumni Universitas Airlangga ini melanjutkan studinya di Siriraj Hospital, Mahidol Universitas, Bangkok, Thailand untuk menambah ilmu glaukoma, katarak dan lasik  dengan kasus yang berbeda. 

"Belajar kasus berbeda lagi, karena masyarakat disana kan bola matanya lebih kecil-kecil jadi saya belajar bagaimana melakukan tindakan dengan jenis bola mata seperti itu," kata ibu dua orang anak ini. 

 

Selama tujuh tahun menjadi dokter mata dengan sub spesialis glaukoma, Lydia merasakan kepuasan tersendiri jika sukses menanggani pasien dengan glaukoma akut.

"Saya senang kalau pasien glaukoma datang ke saya dengan keluhan tidak bisa melihat, lalu saya beri obat perlahan-lahan bisa melihat senang sekali. Sebab kasian kalau datang dia selalu merasa kesakitan, saya juga ikut berpikir apa ya yang kurang saya lakukan," tuturnya.

Menurut Lydia, glaukoma yang sudah akut juga akan dibarengi dengan rasa pusing bahkan sampai mual. "Rasa sakit ini diakibatkan oleh tekanan bola mata yang tinggi," imbuh dia.

Dalam proses pengobatan glaukoma,  Lydia menjelaskan peran keluarga sangat penting untuk mendukung kesembuhan pasien.

"Orang sakit glaukoma ini tanggung jawab keluarga bukan hanya dia sendiri, karena itu saya selalu libatkan keluarganya dalam proses pengobatan.
Pasien glaukoma itu kan kebanyakan usia lanjut, untuk itu peran keluarga atau anak sangat penting. Sebab kalau obat yang diberikan tidak sesuai bisa tidak bisa melihat," terangnya. 

Lydia menambahkan, untuk pemeriksaan glaukoma RSMU memiliki alat yang lengkap dari mulai Optical Coherence Tomography (OCT)  untuk foto mata, sehingga dokter bisa melihat benar-benar ada glaukoma atau tidak.

"Di sini alat pemeriksaannya lengkap jadi gak perlu jauh-jauh ke luar negeri. RSMU punya alat yang paling baru namanya OCT ada pula laser," tambahnya.

Lydia menuturkan, glaukoma dapat disembuhkan asal melalukan pemeriksaan dengan baik dan di tempat yang tempat.

Seperti diketahui, RSMU merupakan rumah sakit swasta yang sudah berdiri sejak 1933, RSMU bisa menjadi pilihan Anda untuk melakukan pengecekan mata dan screening untuk glaukoma. (pita)



Bagikan artikel ini