Begini Cara Menutup Luka dengan Benar

02 Jan 2019

Berbicara mengenai luka, setiap orang pasti pernah mengalaminya. Ada luka karena kecelakaan, tergores benda tajam hingga luka bakar. Pengobatannya juga sangat beragam, ada yang dibiarkan saja supaya cepat kering, atau ditutup perban maupun plester penutup luka.  

Ahli Kimia Analitik Universitas Airlangga, Dr. rer. nat. Ganden Supriyanto, M.Sc. mengatakan, luka yang ditutup oleh plester atupun perban tidak akan mendapatkan udara, dan akan menjadi busuk atau lama untuk proses penyembuhanya. 

Tapi sebaliknya, lanjut Ganden Supriyanto, luka yang dibiarkan terbuka juga akan lebih beresiko untuk lebih banyak terkena bakteri. 

"Paling baik luka itu menutup lukanya menggunakan kasa yang ada sela-sela udara, jadi udara bisa tetap masuk ke dalam dan bakteri juga tidak bisa menempel pada luka," ujarnya.

Ganden menjelaskan,  luka yang  tertutup akan bersifat Anaerob, padahal luka harusnya bersifat Aerob (membutuhkan udara).

"Nanti kalau ditutup akan mengakibatkan tumbuhnya bakteri Anaerob seperti metan dan Hidrogen Sulfida (H2S), bakteri ini akan menimbulkan mau tidak sedap pada luka," jelasnya.

Oleh karena itu Ganden Supriyanto menghimbau untuk menutup luka denga kasa saja agar tidak terjadi tumbuhnya bakteri Anerob. "Pakai kasa saja, lalu kasanya diberi antiseptik biar kumanya mati," tutupnya. (pts)



Bagikan artikel ini