Konsumsi Makanan Berlemak pada Anak Bisa Sebabkan Diare hingga Malas Beraktivitas

13 Jun 2019
Ilustrasi. (Foto: Google)

Makanan berlemak seperti opor, rendang, semur daging dan lainnya sempat tersaji saat Hari Raya Idul Fitri sampai Hari Raya Ketupat, yang jatuh satu minggu setelah hari lebaran. 

Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun pasti tergoda untuk menikmati aneka hidangan tersebut. Namun, harus tetap dengan batas yang normal. "Orangtua harus bisa mengkontrol makanan berlemak yang dikonsumsi anak termasuk saat momen Lebaran," ujar ahli gizi Graha Amerta RSUD Dr. Soetomo, Eko Dwi Martini. 

Menurut dia, jika anak sebelumnya ikut berpuasa di bulan Ramadhan kemudian  saat Idul Fitri mengkonsumsi makan berlemak dalam jumlah banyak. Hal itu bisa memicu gangguan kesehatan. Biasanya yang paling sering dialamai adalah diare. 

"Hal ini karena pencernaan anak belum kuat setelah berpuasa dalam jangka waktu yang lama sehingga langsung memakan makanan lemak tinggi dalam jumlah yang banyak akan berdampak buruk bagi pencernaan," jelas Eko Dwi Martini.

Dia menuturkan, konsumsi lemak berlebih dalam jangka waktu yang lama dan sering akan berpotensi menambah berat badan anak. Bila sudah seperti ini, ungkapnya, pasokan oksigen dalam otak akan berkurang sehingga menyebabkan anak menjadi malas beraktivitas dan mudah mengantuk. 

"Makan jangan berlebihan. Misalnya untuk satu kali makan porsinya empat iris lontong satu potong ayam, satu sendok sambal goreng ati dan ditambah satu kerupuk. Minumnya air putih saja untuk menetralisir lemak dalam tubuh. Lemak memang dibutuhkan oleh tubuh terutama anak-anak yang baik untuk jaringan otak dan tumbuh kembangnya," tambah Eko Dwi Martini.

Dia pun mengingatkan, lemak yang berlebihan tak baik untuk tubuh. "Orangtua memiliki peran mengetahui dan membatasi asupan lemak bagi anaknya," sambung dia. (pita)



Bagikan artikel ini