6 Hoaks tentang HIV/ AIDS

03 Dec 2018
Ilustrasi.

Seluruh dunia memperingati hari AIDS setiap 1 Desember. Sayangnya, banyak berita palsu atau hoaks yang menyebar di masyarakat tentang penyakit Human Immunodeficiency Virus Infection dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). Hal ini tentu merugikan penderita HIV/AIDS, seperti semakin dijauhi kalangan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat dituntut mengetahui kebenaran tentang hoaks yang beredar. Supaya mereka tidak lagi percaya pada berita bohong. 

Berikut hoaks tentang HIV-AIDS, yang dikutip dari berbagai sumber:

1.HIV/AIDS menular lewat pisau cukur yang diginakan secara bergantian. 

Pemakaian pisau cukur secara bergantian dengan pengidap HIV/AIDS (ODHA) tidak secara langsung menularkan penyakit, kecuali ada luka sehingga bercampur darah si pengidap HIV/AIDS. Meski demikian, sebaiknya Anda jangan memakai pisau cukur secara bergantian demi alasan kebersihan.

2. Virus menular lewat peralatan makanan

Air liur ODHA yang menepel pada alat makan disebut bisa menular ke orang lain. Faktanya, tidak. Selain karena virus mudah mati di udara bebas, virus dalam air liur tidak cukup banyak untuk ditularkan pada orang lain.

3. Suntikan darah ke makanan kaleng

Terkait makanan dalam kaleng yang disuntikkan darah mengandung HIV, masyarakat jangan mudah percaya dengan isu yang tidak benar tersebut. Karena virus HIV mudah mati jika berada di luar tubuh manusia. Selain itu, makanan kaleng juga melewati proses sterilisasi sehingga virus mudah mati.

4. Virus menular lewat ciuman dan air kolam renang 

Virus HIV/AIDS memang ditemukan pada air liur tapi jumlahnya tidak banyak untuk menularkan pada orang lain. Virus ini memang bisa menular lewat cairan tapi bukan air liur atau air mata melainkan cairan sperma, darah, dan air susu ibu (ASI).

Hoaks tentang penularan lewat air kolam juga sempat heboh. Faktanya air kolam mengandung kaporit mempercepat matinya virus apalagi virus HIV mudah mati di udara bebas. 

5. Virus HIV  dapat ditularkan lewat jarum terinfeksi

Sama seperti berita bohong soal kolam renang, berita tentang penularan melalui jarum suntik di kursi bioskop juga sempat heboh. Gosipnya, hal ini dilakukan pengidap HIV/AIDS yang dendam dan ingin mencari teman sebanyak-banyaknya. Faktanya, virus HIV mudah mati di udara bebas dalam waktu kurang dari semenit. Tanpa inangnya, seperti darah, sperma, ASI dan cairan vagina.

Penggunaan jarum suntik, juga melatar belakangi hoax menularan HIV lewat pemeriksaan darah untuk kolestrol dan diabetes. Hal ini juga tidak benar karena, jarum yang dipakai untuk pemeriksaan kolesterol dan diabetes tak punya lubang penyimpanan darah.  

6. Virus HIV dapat ditularkan melalui pakai bekas

Ini sama sekali tidak benar, karena HIV/AIDS hanya bisa menular lewat kontak cairan tubuh seperti darah, cairan vagina /sperma,  dan Air Susu Ibu (ASI).

7. Obat Antiretroviral (ARV) bisa sebabkan kerusakan hati

Sampai saat ini ARV menjadi terapi paling efektif untuk HIV/AIDS. ARV  berfungsi untuk menghilangkan unsur yang diperlukan virus untuk menggandakan diri. Obat ini harus sesuai dengan anjuran dokter. ARV harus segera dikonsumsi setelah pasien positif terkena virus HIV/AIDS untuk mengendalikan virus. 

Jika sudah mengetahui kebenaran ini,  masyarakat diharap lebih bijak untuk memperlakukan penderita HIV/AIDS di lingkungan. Agar mereka tak merasa dikucilkan dan hilang rasa percaya diri, justru dukungan dari lingkungan juga dapat membantu mereka tetap semangat untuk melakukan pengobatan. (pts)

 



Bagikan artikel ini