5 Penyakit yang Mengincarmu Pada Cuaca Tak Menentu

14 Sep 2018
Ilustrasi. Foto: puanpertiwi.com

Cuaca tak bersahabat akan kerap kita hadapi menyusul kemarau panjang yang saat ini terjadi. Keadaan seperti ini tentu membawa dampak buruk bagi kesehatan jika kita tidak pandai menghadapinya. 

Dr. Benjamin Kaplan, seorang Dokter Penyakit Dalam dari Florida, Amerika, menyatakan bahwa pergantian cuaca akan mengakibatkan perkembangan jenis virus yang berbeda. 

Apalagi, jika daya tahan tubuh sedang menurun.

Berikut beberapa penyakit yang bisa menghantui Anda jika tidak diantisipasi sejak dini:

1. Pilek

Penyakit ini, kerap dikeluhkan saat terjadi perubahan musim tak menentu. Pilek atau yang juga dikenal sebagai common cold ini disebabkan oleh dua agen utamanya, yaitu rhinovirus dan coronavirus. Dalam hal ini, yang tersering adalah Rhinovirus. 

2. Demam Berdarah

Pembawa penyakit ini, yaitu Nyamuk Aedes Aegypti akan lebih mudah berkembang di saat perubahan musim. Inilah yang menyebabkan penyakit demam berdarah akan lebih mudah menyerang, ketika perubahan cuaca sedang tak pasti. Apalagi, ketika daya tahan tubuh Anda sedang lemah atau berada di lingkungan dengan kebersihan yang kurang , bahkan tidak terjaga.

3. Diare

Diare menjadi penyakit langganan yang dapat menjangkit tubuh kita, di saat perubahan cuaca tidak menentu. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus. Penggunaan air yang tidak bersih dan rendahnya daya tahan tubuh, dapat membuat seseorang lebih mudah terjangkit.

4. Kolera

Penyakit infeksi saluran pencernaan ini, disebarkan oleh bakteri Vibrio Cholarae. Bakteri ini, biasanya masuk ke dalam tubuh melalui air minum yang terkontaminasi. Biasanya, penderita penyakit ini mengalami gejala berupa diare, kram perut, mual, dan muntah.

5. Demam tifoid atau Tipes

Bakteri Salmonella Typhosa adalah penyebab dari penyakit ini. Gejala yang dialami penderitanya, hampir sama dengan kolera, yakni diare, mual dan muntah. Namun, apabila tidak segera diatasi, penyakit ini dapat mengancam nyawa si penderita.

Penyebab demam tifoid, masuk melalui minuman atau makan, serta makanan atau air yang terkontaminasi bakteri. Penderita demam tifoid akan mengeluarkan tinja yang mengandung konsentrasi tinggi dan bakteri, hal ini dapat mencemari pasokan air di sekitarnya. 

Terkontaminasinya pasokan air,  pada gilirannya akan mencemari pasokan makanan. Terlebih, bakterinya dapat bertahan selama berminggu-minggu di dalam air, maupun limbah kering.

Beberapa penyakit yang dapat menyerang Anda di saat pergantian cuaca tak menentu, kebanyakan berkaitan dengan menurunnya daya tahan tubuh dan kebersihan lingkungan. Sehingga, ada baiknya Anda mengatur pola hidup sehat, berolah raga, dan menjaga lingkungan tetap bersih, supaya terhindar dari beberapa virus yang mungkin sedang berusaha mendekati Anda. (tis)



Bagikan artikel ini