10 Dampak Buruk Tak Makan Sayuran

Masih banyak orang tak sadar akan pentingnya makan sayuran. Apalagi anak-anak yang menilai sayuran memiliki rasa yang hambar bahkan pahit.
Ada 10 dampak buruk yang akan terjadi jika tubuh tak mengonsumsi sayuran. Mulai dari sembelit, obesitas hingga risiko kanker.

1. Sembelit

Masalah pencernaan seperti sembelit atau gangguan buang air besar bisa dipengaruhi kurangnya serat. Sayuran merupakan makanan yang kaya serat. Sembelit bisa menyebabkan wasir atau ambeien.

2. Kekebalan tubuh menurun

Orang yang tak makan sayur lebih rentan terkena infeksi dibanding yang gemar makan sayur. Jika sistem imun menurun, maka tubuh tak bisa melawan radikal bebas, virus dan bakteri.

3. Obesitas

Serat dalam sayuran tak hanya membantu melancarkan pencernaan. Serat juga akan membuat cepat kenyang. Tak heran bila sayuran menjadi makanan wajib bagi orang yang diet.

4. Tekanan darah

Tak suka sayur bisa meningkatkan tekanan darah. Jika hal ini dibiarkan bisa merusak pembuluh darah, memicu penyakit ginjal, jantung, dan gangguan kesehatan lainnya.

Salah satu sayuran yang dapat mencegah tekanan darah tinggi adalah bayam. Kandungan lutein bisa mencegah penebalan dinding arteri. Selain itu, bayam juga kaya akan potasium, folat, magnesium juga rendah kalori. 

5. Penyakit jantung

Tekanan darah tinggi akan menyebabkan penyakit jantung, seperti serangan jantung bisa menyebabkan kardiovaskular. Orang yang tidak mengonsumsi sayuran sering berakhir dengan penyakit jantung.

6. Mudah lupa

Sayuran dapat mempengaruhi kinerja otak. Jika kurang nutrisi dapat menyebabkan seseorang mudah lupa atau susah mengingat. Sayuran yang tepat untuk masalah ini adalah yang mengandung lutein, nutrisi yang telah terbukti meningkatkan ingatan. Kandungan ini ditemukan dalam wortel, sayuran hijau, jagung, brokoli, dan tomat.

7. Tubuh mudah lelah

Selain mudah lupa, kekurangan sayuran juga menyebabkan tubuh mudah lelah. Kandungan asam folat memiliki peran dalam perbaikan DNA. Kurangnya asam folat juga akan menyebabkan anemia. Sayuran yang cocok untuk masalah ini adalah asparagus, bayam, brokoli, dan sawi hijau.

8. Tubuh mudah memar

Kandungan vitamin C dalam sayuran akan mempengaruhi penyembuhan luka. Maka dari itu, kita sebaiknya rutin mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C seperti dikandung dalam paprika merah, cabai, kale, kol, tomat, dan sayuran berwarna hijau lainnya.

9. Depresi

Studi di Spanyol mengungkapkan bahwa tingkat depresi seseorang yang mengonsumsi sayuran dan buah lebih rendah dibanding yang jarang mengonsumsinya. Diperkirakan kekurangan asam pantotenik dan vitamin B6 menyebabkan depresi.

10. Resiko kanker

Menurut American Institute for Cancer Research (AIRC), tak ada satu makanan yang dapat melindungi diri dari kanker. Namun, pola makan yang kaya akan sayur dan buah dapat mengurangi resiko kanker.

Antioksidan dalam sayuran dan buah, seperti vitamin E, vitaminC dan karorenoid mengurangi resiko kanker dengan melindungi sel sehat tubuh dari radikal bebas. (yas)



Bagikan artikel ini